RADAR BOGOR – Sepanjang September 2025, tercatat mengalami 22 kasus kebakaran yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor.
Data Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, menunjukkan objek yang terbakar cukup beragam, mulai dari rumah tinggal, ruko, pondok pesantren, hingga instalasi listrik dan lahan kosong.
Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Menurutnya, kebakaran seringkali dipicu oleh hal-hal kecil yang dianggap sepele.
“Waspada, sampah dan api kecil bisa jadi bencana, maka kelola sampah dengan baik. Jika harus dibakar jangan sembarangan dan wajib diawasi, jangan buang puntung rokok sembarangan, serta pastikan api benar-benar padam,” tegasnya kepada Radar Bogor, Senin 30 September 2025.
Ia menjelaskan, sepanjang September pihaknya mencatat berbagai kasus kebakaran, di antaranya kabel listrik yang terbakar di Bendungan Ciawi, dua ruko di Desa Tajur Citeureup, serta satu unit rumah di Pabuaran, Cibinong.
Di Ragajaya, Bojong Gede, kebakaran juga menghanguskan lima lapak meubel, sementara di Babakan, Cariu, dua rumah warga turut terbakar habis.
Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Batok, Tenjo, yang menghanguskan sebuah rumah beserta tiga motor dan barang elektronik di dalamnya, serta ruko Pecel Lele di Ciangsana, Gunung Putri.
Kasus lain tercatat di Desa Sukamaju, Megamendung, di mana tiga rumah tinggal milik warga hangus terbakar.
Sementara itu, kebakaran juga melanda rumah mess PT Daelim di Cicadas, Gunung Putri, pondok pesantren di Cidokom, Rumpin, lahan ilalang di Situsari, Cileungsi, serta tempat penggilingan padi di Lulut, Klapanunggal yang menyebabkan dua mesin giling dan lima karung beras ikut terbakar.
Selain itu, Damkar juga menangani kebakaran kabel listrik di Ciapus, Ciomas, lahan kosong di Tegal Panjang, Cariu, warung bakso di Padasuka, Ciomas, serta instalasi listrik di Desa Mampir, Cileungsi.
Di Desa Kalong Sawah, Jasinga, api melalap tempat pengolahan limbah kayu, sementara di Ciangsana, Gunung Putri, kebakaran terjadi dua kali, masing-masing pada limbah sampah dan satu unit mobil.
Kasus terakhir terjadi di Jonggol, di mana sebuah rumah beserta isinya ludes terbakar.
Menurut Yudi, deretan kasus tersebut menunjukkan bahwa ancaman kebakaran di Kabupaten Bogor masih cukup tinggi.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh masyarakat. “Cegah kebakaran, selamatkan kehidupan,” pungkasnya.(cr1)