RADAR BOGOR – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, memimpin rapat evaluasi pasca ambruknya lima ruang kelas di SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin 3 November 2025.
Rapat tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pihak SMKN 1 Gunung Putri, BPBD, Dinas Kesehatan, Damkar, Polsek, Koramil, dan Kecamatan.
“Hasil rapat ini kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang bergerak cepat membantu sekolah. Termasuk tim kesehatan dan relawan yang sejak awal menangani para korban,” ujar Purwanto kepada Radar Bogor, Senin 3 November 2025.
Dalam rapat tersebut juga disepakati sejumlah langkah lanjutan, di antaranya pengaturan proses pembelajaran sementara dan pemulihan kondisi siswa.
“Besok orang tua siswa akan dikumpulkan untuk dijelaskan teknis pembelajaran ke depan. Pemerintah Kabupaten Bogor juga sudah menjamin biaya pengobatan seluruh korban di puskesmas dan rumah sakit,” jelasnya.
Berdasarkan data terakhir, sebanyak 41 siswa mengalami luka-luka, dan tujuh di antaranya masih menjalani observasi lanjutan di rumah sakit karena mengalami cedera cukup serius.
“Informasinya, ada yang mengalami patah tulang di bagian tangan, sementara lainnya dalam tahap pemantauan,” tambahnya.
Purwanto menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Bappeda dan BPKAD Jawa Barat untuk percepatan pembangunan kembali ruang kelas yang ambruk.(cr1)
Editor : Alpin.