RADAR BOGOR - Selah warga Sukasari, Rumpin, kini warga Desa Lumpang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, yang mengeluh belum mendapatkan bantuan kompensasi penutupan kegiatan tambang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Pada Kamis 6 November 2025, sejumlah warga mendatangi kediaman Kepala Desa Lumpang, Rodis Faisal.
Maksud kedatangan mereka untuk memastikan tercatat sebagai penerima kompensasi penutupan aktivitas tambang tersebut.
Sumardi, Ketua RT 01/01 Desa Lumpang menjelaskan kepada warga bahwa ia telah mendata semua yang terdampak penutupan tambang.
Data tersebut kemudian diteruskan ke pihak Kecamatan Parungpanjang sebelum dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Ada sebanyak 1209 KK yang kita laporkan dan diverifikasi oleh provinsi, tapi bukan kita yang menentukan siapa yang mendapat kompensasi," ujarnya.
Sumardi mengaku kerap disalahkan oleh warga yang belum menerima bantuan kompensasi. Padahal, ia telah berusaha mengusulkan semua data ke pihak terkait.
"Saya juga inginnya semua menerima bantuan. Kalau sudah begini saya juga yang disalahkan," keluhnya.
Sementara itu Kepala Desa Lumpang, Rodis Faisal menjelaskan, hasil pendataan awal di desanya ada sebanyak 1209 KK.
Namun setelah diverifikasi, hanya 169 orang yang telah menerima bantuan kompensasi penutupan tambang.
"Yang belum terverifikasi ada 860 KK dari data yang diusulkan di Desa Lumpang. Mereka juga masuk kategori buruh harian seperti kuli ganjur, sopir, dan warung UMKM," jelasnya.
Namun demikian, Rodis mengimbau kepada warga untuk bersabar dan lebih bijak dalam menyikapi program kompensasi dari KDM tersebut.
Ia pun memastikan akan terus mengusulkan data yang telah tercatat untuk juga masuk ke dalam penerima bantuan.
"Saya juga berharap kepada bapak KDM untuk merespon dan merealisasikan sesuai data yang telah kami catat dan usulkan. Bagaimana pun saya berterimakasih kepada gubernur atas bantuan ini," tukasnya.(cok)
Editor : Alpin.