RADAR BOGOR - Warga mengeluhkan kondisi Flyover Soebianto Tenjo Kabupaten Bogor yang kerap dilintasi truk tronton. Padahal flyover yang juga baru diresmikan Bupati Bogor beberapa waktu lalu itu dilarang dilintasi kendaraan berkapasitas lebih dari 8 ton.
Kepala Desa Tenjo Rudi Haerudi mengatakan, masih banyak truk tronton yang nekat melintas di flyover tersebut.
"Banyak dari masyarakat yang mengeluhkan, karena itu cukup mengganggu aktivitas warga yang pergi ke pasar atau mengantar anak sekolah," ujar Rudi, Kamis, 13 November 2025.
Atas keluhan tersebut, Rudi mengaku telah mengadu ke Pemerintah Kabupaten Bogor melalui instansi terkait untuk mengambil tindakan tegas.
Namun hingga saat ini masih ada saja truk berkapasitas lebih dari 8 ton yang melintas di Flyover Tenjo.
"Ukuran dan kecepatan truk besar menimbulkan risiko keselamatan yang signifikan bagi warga pejalan kaki, dan pengendara lain yang lebih kecil. Selain itu, truk-truk tersebut juga menyebabkan polusi suara dan udara, serta kemacetan di jalan tersebut," jelasnya.
Pemerintah desa (Pemdes) Tenjo meminta pihak terkait untuk memberlakukan jam operasional truk ton agar tidak mengganggu aktivitas warga.
"Kami berharap adanya solusi yang tepat, misalnya mengatur jam operasional truk tronton yang melintasi Flyover Tenjo agar tidak ada lagi gejolak di masyarakat," harap Rudi.
Salah seorang warga Tenjo, Joni mengaku geram dengan kondisi arus lalu lintas di Flyover Tenjo. Mulai dari truk besar yang melintas, penutupan jalan, hingga kemacetan.
"Saya sudah ngeluh ke mana-mana tapi tidak ada tanggapan, portal untuk membatasi truk besar juga sampai sekarang tidak ada, apalagi sekarang sudah rawan kecelakaan karena kurangnya marka jalan," tukasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati