RADAR BOGOR - Kepala SPPG Bogor Sukajaya 01, Muhamad Pahrul Roji A tidak membantah jika pihaknya melakukan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan metode rapel selama enam hari.
Sebelumnya, orang tua murid di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor mengeluhkan metode distribusi MBG yang dirapel dalam satu pekan.
"Pihak SPPG dan PIC penerima manfaat telah melakukan rapat koordinasi tentang penyaluran MGB selama bulan Ramadhan, dan mencapai kesepakatan bahwa penyaluran MBG dilaksanakan dengan metode rapel selama enam hari," ujar Pahrul kepada Radar Bogor, Minggu 1 Maret 2026.
Dijelaskannya, kesepakatan itu didasarkan tingkat antusiasme yang tinggi serta kondisi faktual di lapangan sebagaimana terpantau secara langsung pada para penerima manfaat.
Para penerima manfaat, kata Pahrul, menunjukkan respons yang positif terhadap pelaksanaan program, baik dari segi penerimaan, partisipasi, maupun kepuasan terhadap layanan yang diberikan.
Terkait kuantitas atau jumlah porsi MBG, pihaknya meyakini telah sesuai dengan ketentuan BGN yakni sebesar Rp10 ribu untuk porsi besar, serta Rp8 ribu untuk porsi kecil.
Menurutnya, adanya kekeliruan terkait jumlah gramasi dan harga pasar makanan di Kecamatan Sukajaya seperti yang ditudingkan sebelumnya.
"Kekeliruan meliputi perbedaan antara standar gramasi yang telah ditetapkan dengan jumlah aktual yang diterima, serta perbedaan antara harga pasar yang
dijadikan dasar perhitungan dalam penyaluran kepada para penerima manfaat dengan harga yang diberitakan," tutur Pahrul.
Atas kesalahpahaman tersebut, pihak SPPG Bogor Sukajaya 01 telah menghubungi penerima manfaat serta mengadakan rapar koordinasi.
Pahrul juga mengklaim bahwa tidak terdapat penerima manfaat yang menyampaikan keberatan atau protes terhadap MBG yang disalurkan oleh pihaknya.
"Sebaliknya, para penerima manfaat menyampaikan apresiasi dan menyukai MBG yang diberikan oleh SPPG Bogor Sukajaya 01," imbuhnya.(cok)
Editor : Alpin.