RADAR BOGOR - Event lari gadungan mencatut sejumlah nama instansi untuk mengelabui korban. Salah satunya Pusat Pendidikan Zeni atau Pusdikzi di Jalan Sudirman, Kota Bogor.
Dalam informasi yang beredar, Kantor Pusdikzi dijadikan titik kumpul atau start sebelum event lari dimulai. Lokasi ini juga jadi tempat pengambilan race pack bagi para peserta.
Hal inilah yang membuat peserta event lari kerap mendatangi kantor Pusdiksi. Hampir dua hari kebelakang para peserta dari berbagai daerah datang silih berganti.
Pasi Intel Pusdikzi, Kapten Czi Hendro mengaku bahwa pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam penyelenggaraan event lari tersebut.
“Memang pernah ada yang datang ke sini survei, setelah itu tidak pernah komunikasi. Pikir kami berarti kan nggak jadi aja,” terang Hendro ditemui Radar Bogor.
Hendro pun mengaku heran nama instansinya tiba-tiba dicantumkan dalam flayer event lari tersebut. Sebab, semua mesti melalui berbagi prosedur yang harus diselesaikan.
Baca Juga: Curhat Warga Bekasi yang jadi Korban Event Lari Gadungan, Sudah Booking Penginapan di Bogor
Kasus dugaan penipuan ini diharap Hendro mampu memberi pelajaran kepada oknumnya. Para korban disarankan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
“Jadi saran kami korban-korban ini melaporkan saja ke aparat kepolisian karena itu ranah-ranahnya polisi, kalau kami tidak punya wewenang,” terang Hendro.
Praktik penipuan bukanlah satu hal yang dibenarkan. Ini disebut Hendro bukan hanya mencoreng nama instansinta tapi sudah membuat nama Kota Bogor tercemar.
Baca Juga: Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan di Kabupaten Bogor, 4 Orang Diperiksa Inspektorat
“Nanti kalau ada kegiatan lagi pastinya (peminat) akan, mikir-mikir. Jadi dalam hal ini kami menjelaskan ke media, bahwa kami juga adalah korban,” ujar Hendro ditemui di Kantor Pusdikzi, Jumat 3 April 2026 siang.
Pihak Pusdikzi mengaku sudah melakuan penelusuran identitas terduga pelaku dibalik kasus ini. Pelaku merupakan warga asal Depok.
“Tapi dari informasi yang ditelusuri dari rekan-rekan yang di sana, sekeluarga sudah nggak ada di tempat itu. Emang sudah niat jahat,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin