Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

PKL di Pasar Bogor Masih Nekat Berjualan, Jenal Mutaqin Ajak Pedagang Dialog

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 6 April 2026 | 13:49 WIB
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat berdialog dengan pedagang Pasar Bogor di Jalan Pedati. (Foto : Aziz/Radar Bogor)
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat berdialog dengan pedagang Pasar Bogor di Jalan Pedati. (Foto : Aziz/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Aktivitas jual beli yang dilakukan PKL di kawasan Pasar Bogor masih saja terjadi. Padahal Pemerintah tengah gencar melakukan penataan.

Kondisi ini membuat Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin marah. Ia pun mengajak para pedagang Pasar Bogor berdialog di Jalan Pedati, Senin 6 April 2026.

Dalam dialog tersebut, Jenal menjelaskan, penataan PKL di Pasar Bogor hasil kesepakatan dengan para pedagang. Pihaknya tidak bisa tinggal diam jika mereka melanggarnya.

Baca Juga: Pemkab Bogor Genjot Perbaikan Jalan di 2026, dari Puncak hingga Bogor Timur Disasar Rekonstruksi

“Sisa jabatan pa Wali dan saya tinggal empat tahun. Saya hanya minta dibantu. Jangan ada lagi yang jualan dan di trotoar sekitar Pedati, Bata, Seketeng dan lain lain,” jelas Jenal.

Jenal menegaskan berjualan atau berniaga adalah profesi yang halal. Namun para pedagang diminta untuk melakukan aktivitas jual beli ditempat yang sudah disediakan.

“Karena kami sudah kasih solusi kecuali pemkot gusur tanpa solusi. Kan sudah diarahkan unruk berjualan di Pasar Jambu Dua atau Pasar Sukasari,” tegas Jenal.

Baca Juga: Gencar Tertibkan PKL, Timbulan Sampah di Pasar Bogor Diklaim Turun 60 Persen

Di tengah-tengah forum dialog, Jenal turut menceritakan pengalamannya sebagai anak PKL. Lapak milik orang tuanya bahkan pernah digusur oleh pemerintah.

“Saya jujur anak PKL. Tetapi ketika kami sudah dibongkar kami sudah menyerah. Dan tidak memaksakan diri. Karena fungsi jalan dan trotoar sudah ada peruntukannya,” ujarnya.

Pemkot Bogor sempat mendata domisili PKL yang berjualan di kawasan trotoar Pasar Bogor. Yang mengejutkan mayoritas berasal dari luar daerah.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan APBN 2026 Kuat, BBM Subsidi Aman dan Tidak Ada Kenaikan meski Harga Minyak Dunia Naik

“Maka wajar kotorpun tidak merasa memiliki. Tetapi aing, saya adalah orang Bogor. Saya yang digaji oleh warga Bogor. Maka saya wajib tertibkan,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
pasar bogor Jenal Mutaqin pkl