PSEL Bogor Raya di TPA Galuga Resmi Difinalisasi, Kolaborasi Besar Ubah Sampah Jadi Energi

Muhammad Ali • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 21:46 WIB
Pemkab Bogor dan Pemkot Bogor saat rapat finalisasi lokasi PSEL di Kawasan TPA Galuga, Kamis, 16 April 2026. (Diskominfo Kabupaten Bogor)
Pemkab Bogor dan Pemkot Bogor saat rapat finalisasi lokasi PSEL di Kawasan TPA Galuga, Kamis, 16 April 2026. (Diskominfo Kabupaten Bogor)

RADAR BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor dan Danantara Indonesia telah menetapkan secara resmi lokasi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya di area TPA Galuga pada 16 April 2026.

Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam menjawab persoalan sampah, sekaligus mengoptimalkannya sebagai sumber energi alternatif berupa listrik.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa kerja sama lintas wilayah dan sektor menjadi faktor utama dalam mewujudkan proyek tersebut. Ia menekankan bahwa penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara terpisah, melainkan membutuhkan kolaborasi menyeluruh.

Baca Juga: Anggota Polsek Cijeruk Tertimpa Pohon Tumbang di Ciawi Bogor, Kapolsek Ungkap Kondisinya

“Hari ini kita finalisasi lokasi PSEL Bogor Raya bersama Danantara, ini merupakan tindak lanjut dari ide dan gagasan luar biasa Bapak Presiden RI yang disambut baik oleh Danantara Indonesia,” ujar Rudy Kamis, 16 April 2026.

Menurutnya, penetapan lokasi PSEL ini merupakan tindak lanjut dari gagasan strategis Presiden RI yang kemudian disinergikan bersama Danantara Indonesia.

Ia juga menjelaskan bahwa proyek di kawasan TPA Galuga akan memanfaatkan lahan milik Pemerintah Kota Bogor. Melalui pembangunan ini, pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada pengurangan volume, tetapi juga diarahkan pada pemanfaatannya sebagai energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Nyamar Jadi Ustadz, Kapolsek Dramaga Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal di Laladon Bogor

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menilai proyek ini sebagai tonggak penting dalam sistem pengelolaan sampah nasional. Ia menyebut pembangunan PSEL sebagai solusi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Ini kesempatan yang sangat baik, sesuatu yang belum pernah terjadi di Indonesia, atas ide dan gagasan Presiden RI, pembangkit listrik tenaga sampah ini menjadi harapan kita ke depan untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari sampah,” jelas Dedie Rachim.

Menurutnya, kehadiran pembangkit listrik berbasis sampah ini menjadi peluang besar yang belum banyak diterapkan di Indonesia dan dapat menjadi harapan baru dalam mengatasi persoalan sampah secara lebih efektif.

Melalui kerja sama ini, kawasan Bogor Raya diharapkan mampu menjadi contoh dalam penerapan pengelolaan sampah modern berbasis energi. Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir, proyek ini juga berpotensi menghasilkan nilai tambah berupa energi listrik sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.(Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
bogor tpa galuga PSEL