RADAR BOGOR - Inovasi kreatif kembali lahir dari mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB University).
Pada 2026, tim mahasiswa yang tergabung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) berhasil mengubah minyak jelantah yang selama ini identik sebagai limbah, menjadi produk bernilai tinggi berupa lilin aromaterapi premium bernama TEMU.
Gagasan ini bermula dari keresahan terhadap kebiasaan membuang minyak bekas ke saluran air di lingkungan kampus yang berpotensi mencemari lingkungan.
Baca Juga: Bursa Transfer Barcelona 2026 : 5 Pemain Top Berpotensi Pergi, dari Ansu Fati hingga Lewandowski
Berangkat dari masalah tersebut, tim yang dipimpin Zahratun Nissa, mahasiswi Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB, menghadirkan solusi berbasis ekonomi sirkular.
Zahratun Nissa selaku ketua tim menjelaskan, TEMU tidak hanya berfokus pada fungsi, tetapi juga menghadirkan pengalaman melalui konsep tematik.
Setiap varian lilin memiliki aroma dengan karakter yang dirancang untuk memberikan efek relaksasi dan ketenangan.
Baca Juga: Pendapatan Petani Naik 2 Kali Lipat, Kolaborasi IPB dan Astra Ubah Produk Desa Tembus Pasar Ekspor
Dalam proses produksinya, minyak jelantah dimurnikan secara bertahap menggunakan arang aktif guna menyerap kotoran serta menghilangkan bau yang tidak sedap.
Namun, di balik proses tersebut, tantangan terbesar justru datang dari persepsi masyarakat terhadap limbah.
Zahratun Nissa menyampaikan, timnya harus bekerja ekstra untuk mengubah stigma negatif tersebut.
Ia menuturkan, limbah sering dianggap kotor, sehingga diperlukan pendekatan storytelling dan desain produk yang kuat agar lilin ini dapat diterima sebagai produk gaya hidup yang eksklusif.
Meski mengusung konsep ramah lingkungan, TEMU justru berhasil menarik perhatian kalangan muda, termasuk mahasiswa.
Desain yang modern dan estetika produk yang kekinian menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus membuktikan bahwa produk berkelanjutan juga bisa tampil stylish.
Baca Juga: Kisah Suranto Bangkit Usai PHK, Temukan Harapan Baru Lewat Program Dapur MBG
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2026 yang memberikan bantuan pendanaan awal serta pendampingan bisnis.
Program tersebut membantu tim dalam mengembangkan produk hingga meningkatkan kapasitas produksi.
Lebih lanjut, Zahratun Nissa mengungkapkan bahwa langkah awal yang dilakukan tim adalah fokus mengurangi limbah minyak di lingkungan kampus, khususnya dari kantin.
Baca Juga: Kunjungan Mendadak ke Kampus Dramaga Bogor, Begini Hasil Evaluasi UTBK-SNBT 2026 di IPB University
Ia berharap, inovasi ini dapat mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap konsep ekonomi sirkular dan gaya hidup yang bertanggung jawab.
Ke depan, tim TEMU berencana memperkuat sistem produksi sekaligus membuka peluang pengembangan produk lain berbasis limbah.
Baca Juga: Dikira Ada Pesta Kembang Api, Tenyata Gudang Barang Ekspedisi di Kota Depok Terbakar
Inovasi ini menjadi bukti bahwa dengan kreativitas dan pendekatan yang tepat, limbah yang selama ini terabaikan dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti