RADAR BOGOR - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Fusia Meidiawaty menyebut bahwa Google Review tidak bisa menjadi acuan penilaian secara objektif terhadap pelayanan di puskesmas.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul viralnya ulasan negatif terhadap Puskesmas Cisarua di media sosial.
Menurut Fusia, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah melakukan inspeksi mendadak dengan menyamar sebagai pasien dan mendapati pelayanan di puskesmas tetap berjalan sesuai prosedur.
Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Bogor Soroti PPPK Paruh Waktu Terjerat Kasus Sabu, Minta Ditindak Tegas
"Karena begitu kita sidak ke sana, kita menyamar kesana jadi pasien dan sebagainya, mereka pagi sudah buka. Pertugas pendaftaran juga komunikatif, termasuk penjelasan terkait obatnya juga bagus," kata Fusia, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menjelaskan, petugas pendaftaran dinilai komunikatif, pelayanan telah dibuka sejak pagi, serta penjelasan terkait obat-obatan juga diberikan dengan baik kepada pasien.
Fusia menduga penilaian buruk di Google Review muncul akibat ketidakpuasan sebagian pasien saat kondisi pelayanan sedang penuh. Pasalnya, Puskesmas Cisarua melayani sekitar 200 pasien setiap hari sehingga potensi miskomunikasi antara petugas dan pasien cukup tinggi.
Meski demikian, ia memastikan seluruh masukan masyarakat tetap dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Sebagai langkah perbaikan, Dinkes Kabupaten Bogor berencana menyiapkan petugas khusus informasi atau information center di Puskesmas Cisarua guna membantu menjelaskan pelayanan serta menangani keluhan pasien secara langsung.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh puskesmas, baik dari sisi fisik maupun kualitas pelayanan.
"Secara umum kita sedang mengevaluasi secara menyeluruh ke puskesmas baik fisik dan non fisik, mudah-mudahan bukan hanya di Cisarua, tapi secara keseluruhan," kata Ajat.
Menurut Ajat, pembinaan dan evaluasi sumber daya manusia di fasilitas kesehatan juga akan terus dilakukan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal.(cok)
Editor : Eka Rahmawati