RADAR BOGOR - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor akan memeriksa pabrik semen lantaran diduga menjadi pemicu hujan abu yang berdampak ke pemukiman warga Desa Jampang, Kecamatan Kemang.
Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Unu Nur'Iman menyampaikan pihaknya telah menerima informasi terkait hujan abu yang berdampak kepada masyarakat.
"Saya sudah berkontak dengan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) dan dampaknya ke warga sekitar," kata Unu, Minggu, 24 Mei 2026.
Unu menyebut, setelah mendapati informasi adanya hujan abu yang berdampak pada warga itu dalam dekat pihaknya akan mendatangi pabrik.
"Pemeriksaan ketaatan pengendalian dampak pencemarannya menjadi kewenangan DLH," jelasnya.
Dalam pemeriksaan ke pabrik semen tersebut kata Unu pihaknya akan mengecek baik dari segi administrasi serta lainnya.
"Nanti kami akan cek dan telusuri ke lapangan, apakah administrasinya sudah memiliki Dokumen Lingkungan (Dokling) dan pengendaliannya itu bagaimana," ungkap Unu.
Sebelumnya, hujan abu semen terjadi pada Kamis, 21 Mei 2026 yang berdampak ke permukiman warga hingga tampak gelap mencekam.
Warga sekitar, Devi menyampaikan, saat kejadian udara berubah menjadi hitam, abu semen yang muncul dari cerobong pabrik melayang menghujani pemukiman warga sekitar.
Bahkan tercatat, ada sebanyak 25 rumah dan 25 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa itu dan 15 orang di antaranya harus dibawa ke puskesmas lantaran mengalami gejala sesak nafas, batuk hingga pusing kepala.
"Dua orang dibawa ke RS Dompet Dhuafa karena harus mengalami penanganan serius," ujar Devi.
Menurut Devi ini merupakan kejadian terparah sejak pabrik semen itu beroperasi lima tahun lalu yang mana sebelumnya juga sempat alat produksi di pabrik itu mengalami kerusakan hingga mengeluarkan abu meski tidak begitu terdampak.
"Pokonya kami minta pabrik bertanggungjawab, karena dampaknya ini berbahaya buat kesehatan," kata Devi.(abl)
Editor : Eka Rahmawati