Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kampoong Ecopreneur Salurkan 108 Hewan Kurban untuk Santri Penghafal Al-Qur’an, Gunakan Besek Bambu Ramah Lingkungan

Yosep Awaludin • Kamis, 28 Mei 2026 | 18:49 WIB
Distribusi daging kurban dilakukan Kampoong Ecopreneur menggunakan besek bambu berlapis daun pisang
Distribusi daging kurban dilakukan Kampoong Ecopreneur menggunakan besek bambu berlapis daun pisang

RADAR BOGOR — Semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diwujudkan Kampoong Ecopreneur dengan menyalurkan ratusan hewan kurban kepada santri penghafal Al-Qur’an dan masyarakat di Kabupaten Bogor hingga Nusa Tenggara Barat.

Menariknya, distribusi daging kurban dilakukan menggunakan besek bambu berlapis daun pisang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Program kurban tersebut berlangsung pada Rabu 27 Mei 2026 di Desa Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, serta wilayah Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Total terdapat 108 hewan kurban yang disalurkan, terdiri dari 94 ekor kambing dan 2 ekor sapi.

Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, mengatakan seluruh hewan kurban merupakan amanah dari berbagai komunitas dan para donatur yang selama ini mendukung gerakan kebaikan mereka.

“Alhamdulillah tahun ini ada ratusan hewan kurban yang dipercayakan kepada kami untuk disalurkan kepada para santri, warga sekitar, dan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Jamil Azzaini.

Baca Juga: Jangan Ngaku Pecinta Bakso Kalau Belum Berburu ke 5 Warung Legendaris di Bogor Ini, Ada yang Buka Sejak 1980

Ia menjelaskan, hewan kurban tersebut berasal dari Jamaah Meaningful Ways, Jamaah MHJA (Mengasah Hati Bersama Jamil Azzaini), anggota Muhsinin Club, komunitas Ortuku Surgaku, Yayasan Dompet Dhuafa, komunitas muslim di Otoritas Jasa Keuangan, hingga Sampoerna Foundation.

Menurut Jamil, hal yang paling membahagiakan bukan sekadar jumlah hewan kurban yang dipotong, tetapi juga nilai kepedulian yang ingin dibangun melalui program tersebut.

“Pembagian daging kurban kami lakukan tanpa kantong plastik. Kami memakai besek bambu yang dilapisi daun pisang sebagai upaya sederhana menghadirkan ibadah yang lebih ramah lingkungan,” katanya.

Tak hanya itu, setiap paket daging kurban juga disertai pesan kebaikan dan kepedulian kepada para penerima manfaat.

“Kurban bukan hanya berbagi daging, tetapi juga tentang menyebarkan kasih sayang, kepedulian sosial, dan kemuliaan hati kepada sesama,” tuturnya.

Daging Kurban Didistribusikan ke 25 Pesantren dan 15 RT

Daging kurban dari Kampoong Ecopreneur didistribusikan kepada 25 pesantren dan majelis pengajian Al-Qur’an di sekitar Desa Sadeng Kolot dan Kecamatan Leuwisadeng.

Selain itu, sebanyak 800 paket daging kurban juga dibagikan kepada warga di 15 RT wilayah Desa Sadeng Kolot.

Ketua MUI Desa Sadeng Kolot sekaligus Pimpinan Majelis Ta’lim Qurrota A’yun, Ustadz Fadlur Ribat, menyampaikan apresiasi atas program kurban yang dinilai sangat membantu masyarakat dan kalangan pesantren.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian Yayasan Kampoong Ecopreneur yang telah menyalurkan daging kurban kepada masyarakat dan santri. Semoga kegiatan ini terus membawa manfaat yang luas,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua MUI Kecamatan Leuwisadeng, KH Dede Mahfudz, M.Ag. Ia berharap program sosial yang dijalankan Kampoong Ecopreneur terus berkembang dan memberikan keberkahan.

Baca Juga: Tak Hanya Insentif, Ribuan Guru Ngaji di Kota Bogor Kini Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

“Semoga kegiatan kurban ini menjadi jalan keberkahan bagi Kampoong Ecopreneur dan membawa manfaat lebih besar untuk masyarakat sekitar,” katanya.

Kampoong Ecopreneur Bangun Asrama Santri

Selain program kurban, Kampoong Ecopreneur saat ini juga tengah mengembangkan fasilitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat melalui pembangunan asrama santri.

Di kawasan tersebut saat ini telah berdiri aula sementara dan masjid sementara yang aktif digunakan untuk kegiatan keagamaan serta aktivitas sosial masyarakat.

Ke depan, Kampoong Ecopreneur berencana membangun empat asrama santri dengan kapasitas total mencapai 48 santri. Untuk merealisasikan pembangunan itu, dibutuhkan dana sekitar Rp1,4 miliar.

Jamil Azzaini berharap dukungan masyarakat dapat membantu penyelesaian pembangunan asrama sebelum September 2026.

“Insya Allah Kampoong Ecopreneur akan terus tumbuh dan menjadi tempat yang menyuburkan berbagai kebaikan bagi banyak orang,” pungkasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #Kampoong Ecopreneur #hewan kurban #idul adha