Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

7.321 ODGJ di Kabupaten Bogor, Bupati Rudy Buka Suara dan Siapkan Fasilitas Baru

Rani Puspitasari Sinaga • Minggu, 5 Juli 2026 | 09:17 WIB
Ilustrasi. Orang terganggu jiwanya. Foto: Hermina Hospitals
Ilustrasi. Orang terganggu jiwanya. Foto: Hermina Hospitals

RADAR BOGOR – Kabupaten Bogor tercatat sebagai daerah dengan jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terbanyak di Jawa Barat.

Berdasarkan data terbaru, jumlah ODGJ Kabupaten Bogor mencapai 7.321 orang, jauh di atas Kabupaten Sukabumi yang berada di posisi kedua dengan 3.930 orang.

Sementara itu, Kota Bogor berada di peringkat kedelapan dengan 2.194 ODGJ.

Baca Juga: Prancis Kandaskan Paraguay 1-0, Les Blues Melaju ke Perempat Final Piala Dunia

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menilai tingginya angka tersebut tidak bisa dilepaskan dari besarnya jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai sekitar 6 juta jiwa.

"Kalau bicara angka tertinggi, Kabupaten Bogor hampir pasti selalu berada di posisi teratas karena jumlah penduduknya memang paling besar," ujar Rudy, Sabtu, 4 Juli 2026.

Menurutnya, data ODGJ seharusnya dilihat berdasarkan persentase terhadap jumlah penduduk, bukan hanya angka absolut.

Baca Juga: Bayar 1 Tiket Bisa ke 4 Curug di Pamijahan, Jadi Wisata Alam Favorit Warga Jabodetabek

Ia mencontohkan, Kota Bogor yang berpenduduk sekitar 1,14 juta jiwa memiliki lebih dari 2.000 ODGJ, sedangkan Kabupaten Bogor dengan populasi sekitar 6 juta jiwa mencatat sekitar 7.000 ODGJ.

Meski demikian, Rudy menegaskan Pemerintah Kabupaten Bogor tetap berkomitmen meningkatkan pelayanan bagi ODGJ dan kelompok rentan lainnya.

Saat ini, Pemkab terus membenahi fasilitas di Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) Citeureup agar layanan menjadi lebih layak.

Baca Juga: Kontrak Ragnar Oratmangoen 3 Tahun, Persib Bangun Lini Serang Mematikan

Selain itu, Dinas Sosial juga tengah menyiapkan pembangunan balai kesejahteraan sosial baru di kawasan Pondok Rajeg.

Fasilitas tersebut dirancang tidak hanya untuk ODGJ, tetapi juga bagi lansia, tunawisma, hingga masyarakat yang membutuhkan layanan kesejahteraan sosial.

Rudy menjelaskan, fasilitas yang sudah ada kini juga dilengkapi dengan sekolah disabilitas serta klinik yang beroperasi selama 24 jam, sehingga pelayanan kesehatan bagi ODGJ, tunawisma, maupun anak yang berhadapan dengan hukum dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Prediksi Skor Portugal vs Spanyol 7 Juli 2026, Babak 16 Besar Piala Dunia

Sementara itu, terkait usulan pembangunan rumah sakit jiwa di Kabupaten Bogor, Rudy menilai layanan kesehatan jiwa masih dapat diakses melalui Rumah Sakit Marzoeki Mahdi di Kota Bogor.

Menurutnya, kolaborasi antarwilayah masih menjadi solusi efektif sambil melengkapi fasilitas sosial yang dimiliki Kabupaten Bogor.

"Pemerintah akan terus melengkapi fasilitas yang dibutuhkan masyarakat. Namun untuk layanan rumah sakit jiwa, saat ini pusat rujukannya masih berada di Kota Bogor," pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #odgj #bupati #fasilitas baru