RADAR BOGOR – Musim kemarau panjang mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Kampung Ciburial dan Kampung Landeuh, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Adam Hamdani menyampaikan kekeringan dipicu menurunnya curah hujan secara drastis akibat anomali iklim dan musim kemarau yang berkepanjangan.
"Hal ini memicu rangkaian dampak beruntun mulai dari turunnya cadangan air dan kurangnya sumber mata air di wilayah tersebut," ujar Adam kepada Radar Bogor, Selasa, 7 Juli 2026.
Baca Juga: Eks Sopir Angkot Tua di Kota Bogor bakal Dapat Insentif Rp120 Ribu per Hari
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor, sebanyak 50 kepala keluarga (KK) atau 210 jiwa di Kampung Landeuh serta 70 KK atau 345 jiwa di Kampung Ciburial terdampak kekeringan.
Adam menjelaskan, kondisi di Kampung Ciburial menjadi yang paling parah, hampir seluruh sumur milik warga telah mengering sehingga masyarakat harus mencari sumber air ke kawasan Gunung Pancar.
Sementara itu, di Kampung Landeuh masih terdapat beberapa sumur yang masih dapat dimanfaatkan meski debit airnya mulai berkurang.
Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, BPBD Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter atau dua ritase.
Satu ritase menggunakan armada BPBD Kabupaten Bogor, sedangkan ritase lainnya diisi melalui Air Curah Tirta Nirwana Citaringgul.
"Untuk di lokasi kampung Ciburial dan Landeuh aman terkendali, untuk pasokan air bersih sudah didistribusikan oleh tim TRC BPBD Kabupaten Bogor dengan volume 10.000 liter," tutupnya. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati