RADAR BOGOR - Sebanyak 653 keluarga dua kampung di Sukaraja mengalami kekeringan. BPBD Kabupaten Bogor menyalurkan 15.000 liter air bersih untuk masyarakat.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani mengungkapkan, kekeringan terjadi akibat berkurangnya curah hujan secara drastis di wilayah Sukaraja.
"Akibat anomali iklim atau musim kemarau panjang hal, ini memicu rangkaian dampak beruntun, mulai dari turunnya cadangan air dan kurangnya sumber mata air di wilayah Sukaraja," kata Adam, Rabu 8 Juli 2026.
Adam menyebut, kekeringan yang mengakibatkan krisis air bersih itu berdampak di dua kampung dengan jumlah 653 keluarga.
"Korban terdampak, Kampung Cibedug Mayak 369 KK/1.389 jiwa. Kampung Cibedug Raden 284 KK/800 jiwa," ujarnya.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari bagi masyarakat, BPBD menyalurkan air bersih sebanyak 15.000 liter.
Baca Juga: Warga Bogor Wajib Tahu Nih! Ayam Hidup dan Telur Mulai 15 Juli 2026 Harga Acuannya Segini
"Pengiriman air bersih 15.000 liter (3 ritase). Pengambilan air Rit 1 BPBD, Rit 2 sumber air summarecon dan Rit 3 air curah Tisabilaga," tuturnya.
Hingga kini, kata Adam, untuk di dua kampung itu kekeringan sudah terkendali.
Namun, ia mengakui sebagian sumur milik warga di dua kampung tersebut sudah sangat kering. "Warga harus mencari sumber air ke aliran Sungai Cikeas," pungkasnya. (abl)
Editor : Yosep Awaludin