Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Proyek PSEL Bogor Raya di Galuga Digeber, Pemkab dan Pemkot Kompak Atasi Masalah Sampah

Septi Nulawam Harahap • Senin, 13 Juli 2026 | 18:57 WIB
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) bersama Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau lokasi proyek PSEL Bogor Raya di Desa Galuga, Cibungbulang, Senin, 13 Juli 2026. (Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor)
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) bersama Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau lokasi proyek PSEL Bogor Raya di Desa Galuga, Cibungbulang, Senin, 13 Juli 2026. (Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor)

RADAR BOGOR - Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade, menekankan pentingnya penerapan prinsip akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya dan meminta seluruh perangkat yang terlibat memastikan setiap persyaratan administrasi dipenuhi sejak tahap awal agar proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

Penegasan tersebut disampaikan saat melakukan peninjauan ke lokasi proyek PSEL Bogor Raya di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Senin, 13 Juli 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Jaro Ade didampingi Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim serta Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nani Hendiarti.

Menurut Jaro Ade, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus melakukan berbagai persiapan guna mendukung pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut.

Baca Juga: Stadion Pakansari Bogor Terus Dibenahi Jelang Piala AFF 2026, Anggaran Capai Rp8 Miliar Lebih

Saat ini, seluruh pihak berupaya menyelesaikan berbagai kebutuhan agar proses peletakan batu pertama (groundbreaking) dapat dilaksanakan sesuai target pada awal Agustus 2026.

Jaro Ade menjelaskan bahwa arahan dari pemerintah pusat menekankan pentingnya ketertiban administrasi sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan proyek. Oleh karena itu, seluruh dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan harus dikawal secara cermat sejak awal.

"Sesuai pesan dari Ibu Deputi, kita harus tertib administrasi, maka kami mengawal secara administrasi apa saja yang dibutuhkan," ujar Wakil Bupati Bogor.

Jaro Ade menilai kelengkapan administrasi menjadi faktor yang tidak dapat ditawar karena berkaitan dengan kepastian hukum bagi para investor yang menanamkan modal dalam jumlah besar di Kabupaten Bogor. Menurutnya, seluruh tahapan harus dipastikan memenuhi ketentuan agar investasi dapat berjalan dengan aman dan memberikan kepastian bagi semua pihak.

Ia menambahkan bahwa proyek tersebut tidak hanya memperoleh dukungan dari berbagai unsur pertahanan, tetapi juga melibatkan dukungan lembaga keuangan negara. Karena lokasi pembangunan berada di wilayah Kabupaten Bogor, seluruh persyaratan administratif harus dipenuhi secara menyeluruh tanpa ada satu pun tahapan yang terlewat.

Lebih lanjut, Jaro Ade menjelaskan bahwa percepatan berbagai proses dilakukan sebagai bentuk sinkronisasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam merealisasikan program prioritas nasional yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Pemerintah Kota Bogor menyambut positif dukungan dan intervensi pemerintah pusat terhadap pembangunan PSEL. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan solusi yang dinilai efektif untuk mengatasi persoalan pengelolaan sampah yang selama ini terjadi di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Jaro Ade mengungkapkan bahwa permasalahan sampah telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan kerap memunculkan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, kehadiran proyek PSEL dipandang sebagai langkah strategis yang mampu memberikan solusi berkelanjutan terhadap persoalan tersebut.

Selain berfokus pada penyelesaian masalah persampahan, ia menilai kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor dalam bidang kebersihan merupakan komitmen jangka panjang yang akan terus dilanjutkan lintas periode kepemimpinan, termasuk bersama Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Menutup kunjungannya, Jaro Ade mengajak seluruh masyarakat serta aparatur di wilayah untuk menjaga keamanan dan kondusivitas daerah. Menurutnya, nilai investasi proyek PSEL mencapai triliunan rupiah sehingga membutuhkan dukungan seluruh pihak agar proses pembangunan dapat berjalan lancar sekaligus menjaga kepercayaan investor dan nama baik Kabupaten Bogor, khususnya wilayah Bogor bagian barat.

"Investasi yang masuk ini bernilai triliunan rupiah, bukan uang kecil, saya mengajak semua pihak agar mendukung bersama-sama, wilayah kita harus kondusif demi menjaga nama baik Bogor, terutama di wilayah bagian barat," pungkasnya.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
bogor sampah PSEL Galuga