Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Reses DPRD di Parungpanjang Bogor Banjir Aspirasi, Rumah Sakit hingga Jembatan Jadi Sorotan

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 15 Juli 2026 | 19:07 WIB
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara saat hadiri reses di Parungpanjang, Rabu 15 Juli 2026.  (Nasir/ Radar Bogor)
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara saat hadiri reses di Parungpanjang, Rabu 15 Juli 2026. (Nasir/ Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Suasana Reses Masa Sidang III Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) 5 yang digelar di Kantor Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Rabu (15/7/2026) berlangsung dinamis. 

Berbagai usulan dan keluhan masyarakat mengemuka dalam forum yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara.

Kegiatan reses tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dan para wakil rakyat. 

Baca Juga: Kabupaten Bogor hanya Punya 1 TPA, Pemkab Minta Provinsi Jabar Buka TPPAS Lutut Nambo

Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak, mulai dari layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, peningkatan lapangan kerja, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Aspirasi Masyarakat Didominasi Kesehatan dan Infrastruktur

Dalam keterangannya kepada awak media usai kegiatan, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara menjelaskan, reses merupakan agenda wajib bagi setiap anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Ia mengungkapkan, salah satu usulan yang paling banyak disampaikan warga adalah terkait pembangunan rumah sakit di wilayah Parungpanjang. 

Baca Juga: Dump Truck Curian Ditemukan di Rumpin Bogor, Begini Kondisi 2 Pelaku

Menurutnya, aspirasi tersebut akan segera dikoordinasikan dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor sebagai bagian dari langkah awal untuk menindaklanjutinya.

"Kami akan tampung dan segera dikoordinasikan," ucapnya kepada wartawan.

Selain sektor kesehatan, Sastra mengatakan masyarakat juga mengusulkan percepatan pembangunan jalan dan jembatan, perluasan kesempatan kerja, penguatan UMKM, hingga upaya pencegahan peredaran obat-obatan keras dan terlarang.

Menurut Sastra, Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki perhatian serius terhadap berbagai persoalan tersebut. 

Ia menambahkan, penanganannya juga melibatkan dukungan aparat penegak hukum, termasuk jajaran Polri, TNI, dan unsur terkait lainnya agar program yang dijalankan dapat berjalan efektif.

MUI Usulkan Gedung Dakwah dan BPJS untuk Guru Ngaji

Dalam forum reses tersebut, aspirasi juga datang dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Parungpanjang, Zaenal Adnan.

Ia mengusulkan, agar pemerintah menyediakan gedung dakwah sebagai pusat kegiatan keagamaan di Kecamatan Parungpanjang. 

Baca Juga: Argentina Ingin Ulang Sejarah 1986, Mac Allister Terinspirasi Keajaiban Maradona Jelang Lawan Inggris di Piala Dunia

Selain itu, pihaknya juga berharap adanya perhatian terhadap kesejahteraan para guru ngaji dan pimpinan pondok pesantren melalui penyediaan fasilitas BPJS Kesehatan.

Menurutnya, keberadaan jaminan kesehatan akan memberikan perlindungan bagi para tokoh agama yang selama ini berperan besar dalam pembinaan masyarakat.

Kepala Desa Dorong Pembangunan Jembatan Penghubung

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kepala Desa Jagabita, Acep Humaedi, menyoroti pentingnya pembangunan jembatan penghubung antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang.

Acep menjelaskan, lokasi yang diusulkan berada di Desa Jagabita, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Tangerang. 

Ia menyebutkan, Bupati Tangerang sebelumnya telah meninjau lokasi tersebut sehingga diharapkan Pemerintah Kabupaten Bogor dapat segera merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.

Menurutnya, keberadaan jembatan tidak hanya memperlancar akses transportasi masyarakat, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

Dengan beragam aspirasi yang disampaikan dalam reses tersebut, DPRD Kabupaten Bogor diharapkan mampu mengawal setiap usulan agar dapat masuk dalam program pembangunan daerah dan direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
bogor parungpanjang Sastra Winara reses