RADAR BOGOR – SD Islam Imam Syafi'i di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, menerima bantuan wakaf mushaf Al Quran dari Komunitas Muslim Biker Indonesia (MBI) Chapter Madiun.
Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai program pembelajaran Al Quran sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan bagi para siswa.
Kepala SD Islam Imam Syafi'i, Suhaendi, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepedulian Komunitas Muslim Biker Indonesia Chapter Madiun yang telah menyalurkan bantuan mushaf kepada sekolahnya.
Menurutnya, wakaf tersebut bukan sekadar bantuan sarana belajar, tetapi juga menjadi amal jariyah yang manfaatnya akan terus mengalir selama mushaf digunakan oleh para siswa untuk belajar membaca dan menghafal Al Quran.
"Kami mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan. Semoga setiap mushaf yang dibaca oleh para siswa menjadi pahala yang terus mengalir bagi seluruh anggota Muslim Biker Indonesia Chapter Madiun," katanya.
"Kami juga berkomitmen merawat dan memanfaatkan bantuan ini secara optimal untuk menunjang pembelajaran Al Quran di sekolah," ujar Suhaendi, Kamis 16 Juli 2026.
Baca Juga: Evakuasi Ribuan Korban Banjir, Tim Penyelamat China Kerahkan Jembatan Apung Raksasa
Ia menjelaskan, mushaf yang diterima akan didistribusikan ke setiap kelas agar kegiatan Tahfiz dan Tahsin dapat berlangsung lebih efektif.
Dengan penambahan mushaf tersebut, setiap siswa diharapkan dapat menggunakan satu Al Quran saat mengikuti setoran hafalan maupun halaqah.
Selain mendukung kegiatan belajar di kelas, sebagian mushaf juga akan ditempatkan di masjid sekolah untuk menunjang program Wakaf Mengaji.
Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan dalam kegiatan One Day One Juz bagi para guru serta Gerakan Cinta Mushaf yang melibatkan seluruh siswa.
Suhaendi menambahkan, bantuan ini juga memungkinkan sekolah mengganti mushaf lama yang sudah rusak atau sobek sehingga peserta didik dapat belajar mengaji dengan lebih nyaman dan semangat.
"Harapan kami, pemanfaatan mushaf baru ini dapat meningkatkan kualitas bacaan Al Quran, memperlancar hafalan siswa, sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap Al Quran sejak dini," katanya.
Pihak sekolah memastikan seluruh mushaf tidak akan disimpan sebagai koleksi, melainkan segera digunakan dalam proses pembelajaran setelah melalui pendataan dan pencatatan sebagai inventaris sekolah.
Baca Juga: Sudah Terjaring Razia Masih Nekat Beroperasi, Jenal Ancam Tunda Peremajaan Angkot Tua
"Setelah proses administrasi selesai, mushaf akan langsung kami salurkan ke kelas III hingga VI untuk kegiatan Tahfiz dan Tahsin harian, ruang halaqah Al Quran, serta masjid sekolah yang digunakan untuk pembelajaran BTQ dan kegiatan keagamaan lainnya," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa nilai utama sebuah mushaf terletak pada kebermanfaatannya bagi umat.
"Al Quran akan memberikan manfaat yang lebih besar ketika terus dibaca dan dipelajari. Karena itu, mulai pekan depan para siswa sudah dapat menggunakan mushaf ini dalam seluruh kegiatan pembelajaran Al Quran di sekolah," tutup Suhaendi. (rur)
Editor : Yosep Awaludin