RADAR BOGOR - Dinas Sosial bersama jajaran Kementrian Sosial menggelar rapat pleno penetapan calon siswa sekolah rakyat di Kabupaten Bogor.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, Farid Ma'ruf menjelaskan rapat pleno kali ini yaitu untuk menetapkan calon siswa sekolah rakyat, baik ditingkat SD, SMP maupun SMA.
Menurutnya, para calon siswa sekolah rakyat itu akan ditempatkan di sekolah rakyat permanen Jasinga, dan sekolah rintisan yang ada di empat titik.
Pertama sekolah rintisan di Gedung milik BNN di Cigombong, Perpustakaan Polbangtan Tanah Sereal, Wisma Kemenhub di Kemang dan Tanaga Center di Hambalang.
Baca Juga: MPLS SDN Cijayanti 4 Bogor, Siswa Pakai Topi dari Bola hingga Belajar Sambil Bermain
"Jadi pleno untuk menetapkan calon siswa sekolah rakyat yang akan masuk ke lokasi-lokasi tersebut," ujar Farid, Kamis, 16 Juli 2026.
Farid menyampaikan bahwa, untuk calon siswa sekolah rakyat di Jasinga, SMA berjumlah 120 orang, SMP 120 orang, SD 30 orang. Di Tagana Center, SMP 25, SMA 25. Gedung BNN di Cigombong SMA 25, SMP 25 dan lainnya.
"Total sekitar 480 totalnya itu murid baru semua," tuturnya.
Selain itu, kata Farid, untuk siswa yang telah bersekolah di sekolah rintisan seperti di Ciseeng dan Karadenan akan dipindahkan ke sekolah rakyat permanen di Desa Sipak, Jasinga.
"Nanti kita lihat mudah-mudahan bisa ditanggal 31 Juli, nanti kita evaluasi mudah-mudahan kalo sudah siap semua terutama sarana prasarana, infrastuktur penunjang lainnya. Kalo di tanggal 31 sudah siap, kita geser ke sana, tapi kalo belum nanti kita konsultasikan lagi," paparnya.
Ia menambahkan, rencana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah rakyat akan digelar pada 31 Juli 2026.
"Kita berharap di 31 Juli bisa MPLS. Jadi 31 Juli begitu MPLS, semua sudah masuk ke sana. Tapi kalo memungkinkan, makanya kita evaluasi sebelum 31 Juli untuk memastikan kesiapan di sana," pungkasnya. (abl)
Editor : Eka Rahmawati