Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Wilayah Ujung Timur Kabupaten Bogor Mulai Kekurangan Air Bersih

Muhammad Ali • Kamis, 16 Juli 2026 | 22:17 WIB
BPBD Kabupaten Bogor saat menyalurkan air bersih di Kecamatan Tanjungsari. (Dok. BPBD Kabupaten Bogor)
BPBD Kabupaten Bogor saat menyalurkan air bersih di Kecamatan Tanjungsari. (Dok. BPBD Kabupaten Bogor)

RADAR BOGOR – Dampak musim kemarau mulai dirasakan hingga wilayah paling ujung Kabupaten Bogor bagian timur, ratusan warga di Kampung Sirnabakti, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Tanjungsari, mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit mata air dan sumur warga.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan sebanyak 5.000 liter air bersih atau satu ritase mobil tangki pada Kamis, 16 Juli 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan bantuan diberikan setelah pihaknya menerima laporan mengenai menurunnya ketersediaan air bersih di wilayah tersebut.

Baca Juga: 14 Pejabat Pemkab Bogor Dilantik, Ada Camat hingga Kepala UPTD, Berikut Daftarnya

"Curah hujan yang menurun di wilayah tersebut mengakibatkan sumber mata air warga berkurang sehingga warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari," ujarnya kepada Radar Bogor.

Menurutnya, petugas BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB dan melakukan distribusi air bersih hingga pukul 14.00 WIB. 

Bantuan disalurkan kepada warga di dua titik, yakni Kampung Sirnabakti RT 02 RW 01 dan RT 01 RW 02, Desa Pasir Tanjung.

Ia mengungkapkan, sebanyak 114 kepala keluarga atau 321 jiwa di RT 02 RW 01 serta 116 kepala keluarga atau 240 jiwa di RT 01 RW 02 menjadi penerima bantuan. 

Total 230 kepala keluarga dengan 561 jiwa terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen, berkurangnya curah hujan dalam waktu yang cukup lama menyebabkan ketersediaan air bersih terus menurun, debit mata air dan sumur warga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kondisi tersebut menyebabkan debit mata air dan sumur warga menurun sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tidak terpenuhi secara optimal," tuturnya. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
timur bogor air bersih