RADAR BOGOR - Institut Pertanian Bogor (IPB) University terus mendorong peningkatan daya saing industri kopi nasional melalui penguatan kualitas produk dan pengembangan inovasi.
Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng ahli teknologi pangan, Tjahja Muhandri, dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, dalam kegiatan pembekalan mengenai perbaikan mutu dan pengembangan produk kopi.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi IPB University, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya menjaga konsistensi mutu produk sekaligus membuka peluang inovasi agar komoditas kopi memiliki nilai tambah yang lebih tinggi di pasar.
Baca Juga: Usai Komisi Aplikasi Turun 8 Persen, Begini Cara Ojol di Bogor agar Penghasilan Stabil
Dalam pemaparannya, Tjahja Muhandri menjelaskan, kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh cita rasa, tetapi juga oleh penerapan standar mutu yang dilakukan secara konsisten sejak awal proses produksi.
Menurutnya, pengendalian mutu harus dimulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga menghasilkan produk akhir dengan kualitas yang seragam.
Ia menerangkan, setiap tahapan produksi perlu memiliki spesifikasi yang jelas. Mulai dari pemilihan varietas kopi, umur panen, waktu pengolahan, penggunaan peralatan, pengaturan suhu, durasi proses, hingga prosedur kerja yang terdokumentasi dengan baik.
Dengan penerapan standar tersebut, pelaku usaha dapat menghasilkan produk yang konsisten dan lebih dipercaya konsumen.
Teknik Pengeringan Jadi Penentu Mutu Kopi
Salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam pembelajaran tersebut adalah proses pengeringan biji kopi.
Baca Juga: Di Balik Aksi Sleding Pagar Penjual Ketoprak di Bogor yang Viral di Media Sosial
Tjahja Muhandri menjelaskan, keberhasilan pengeringan tidak hanya bergantung pada panas, tetapi juga memerlukan sirkulasi udara yang memadai agar kadar air dalam biji kopi berkurang secara optimal.
Menurutnya, metode pengeringan yang didukung aliran udara mampu menjaga kualitas biji kopi lebih baik dibandingkan proses yang hanya mengandalkan suhu tinggi.
Cara tersebut dinilai dapat membantu mempertahankan mutu produk sebelum memasuki tahapan berikutnya.
Inovasi Produk Kopi Buka Peluang Pasar Lebih Luas
Selain membahas pengendalian mutu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai peluang hilirisasi dan diversifikasi produk berbasis kopi.
Beragam inovasi ditampilkan sebagai contoh pengembangan usaha, seperti kopi berpadu alpukat, kopi dengan cita rasa durian, kopi susu gula aren, kopi rempah, kopi celup, hingga kopi instan.
Baca Juga: Kemensos Hadirkan Bansos dan Tebus Ijazah di Bogor
Pengembangan berbagai varian tersebut, dinilai dapat menjadi strategi untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas kopi di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Kemasan dan Penyimpanan Tak Kalah Penting
Tjahja Muhandri juga mengingatkan, kualitas produk harus tetap dijaga setelah proses produksi selesai.
Ia menjelaskan, penggunaan kemasan yang kedap udara serta penyimpanan pada suhu yang sesuai menjadi faktor penting untuk mempertahankan keamanan, mutu, dan cita rasa kopi hingga sampai ke tangan konsumen.
Baca Juga: BRI Hadirkan KKB Expo dengan Berbagai Promo Spesial Serentak di 131 Titik
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan bisnis kopi tidak hanya bergantung pada kualitas biji kopi, tetapi juga pada kemampuan menerapkan standar mutu secara konsisten dan menghadirkan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Bekal tersebut diharapkan mampu membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis kopi yang lebih kompetitif, bernilai tambah, dan berkelanjutan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim