Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

IPB Uji Teknologi Sawah Hemat Air untuk Tekan Emisi GRK

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:37 WIB
ILUSTRASI: IPB menguji teknologi sawah yang hemat air.
ILUSTRASI: IPB menguji teknologi sawah yang hemat air.

RADAR BOGOR - Institut Pertanian Bogor (IPB) University bersama perusahaan Jepang Faeger Co Ltd dan PT Yanmar Diesel Indonesia, resmi memulai proyek penelitian yang berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dari lahan sawah.

Riset ini mengombinasikan, metode Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang dengan pemanfaatan biochar sekam padi untuk menjaga produktivitas panen sekaligus menekan dampak lingkungan.

Melalui pendekatan terintegrasi tersebut, tim peneliti ingin membuktikan secara ilmiah, pengelolaan air yang lebih efisien dan pemanfaatan limbah pertanian dapat menjadi solusi bagi pertanian padi rendah emisi di Indonesia.

Sawah Jadi Sumber Emisi Besar di Sektor Pertanian

Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen padi terbesar di dunia dan sangat bergantung pada sistem irigasi sawah untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. 

Baca Juga: Cari Pantai yang Cocok Buat Liburan? Berikut 3 Rekomendasi Wisata Bahari di Jepara

Namun di balik perannya sebagai penopang ketahanan pangan, lahan sawah juga menjadi penyumbang utama emisi gas rumah kaca di sektor pertanian, terutama gas metana (CH₄) yang muncul akibat kondisi lahan yang terus tergenang.

Selain persoalan emisi, jutaan ton sekam padi dan sisa pertanian lainnya dihasilkan setiap tahun. 

Sebagian besar limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan masih banyak yang dibakar di lahan terbuka sehingga menambah beban pencemaran lingkungan.

AWD dan Biochar Digabungkan dalam Satu Sistem

Kepala Pusat Pengembangan Ilmu Teknik untuk Pertanian Tropika (CREATA) IPB University, Prof I Wayan Budiastra menjelaskan, penelitian ini dirancang untuk menjawab tantangan perubahan iklim di sektor pertanian melalui kombinasi inovasi pengelolaan air dan daur ulang limbah pertanian.

Baca Juga: Razia Pelaku Penyimpangan Sosial di Kota Bogor, Petugas Sisir Pasar Anyar hingga Bubulak

Dikutip dari laman resmi IPB, menurut Prof Wayan, metode AWD memungkinkan sawah tidak selalu tergenang sehingga dapat menurunkan emisi metana secara signifikan sekaligus menghemat penggunaan air irigasi.

Di sisi lain, sekam padi diolah menjadi biochar, yaitu arang hasil pembakaran terkontrol yang mampu menyimpan karbon di dalam tanah dalam jangka waktu sangat panjang. 

Ketika diaplikasikan ke lahan, biochar membantu meningkatkan kesuburan tanah, mempertahankan unsur hara, dan memperbaiki kemampuan tanah menyimpan air.

Prof Wayan menilai kombinasi AWD dan biochar berpotensi menciptakan sistem pertanian yang lebih produktif, tangguh terhadap perubahan iklim, dan rendah emisi.

Penelitian Berlangsung Sejak April 2026

Studi ini telah dimulai pada April 2026 dan direncanakan berlangsung selama satu tahun di lahan percobaan padi milik IPB University. 

Berbagai skenario pengairan dan dosis biochar akan diuji untuk melihat pengaruhnya terhadap emisi metana, dinitrogen oksida (N₂O), kandungan karbon tanah, kesuburan tanah, efisiensi penggunaan air, pertumbuhan tanaman, serta hasil panen.

Baca Juga: Anak Yatim di Kota Bogor Dapat Perlengkapan Sekolah Gratis dari LAZISNU, Ada LKS Juga

Tim peneliti juga akan menghitung aspek ekonomi dan kemudahan penerapan teknologi tersebut bagi petani. 

Analisis dilakukan untuk mengetahui potensi bisnis pengolahan sekam padi menjadi biochar dalam skala besar dan dampaknya terhadap biaya produksi pertanian keluarga.

Targetkan Data untuk Pasar Karbon dan JCM

Hasil penelitian diharapkan menghasilkan data lapangan yang kuat untuk mendukung pengukuran mitigasi iklim dan pengembangan skema perdagangan karbon di masa depan.

Prof Wayan menyampaikan, temuan dari proyek ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan strategi produksi padi rendah emisi berbasis bukti ilmiah serta menyediakan data yang relevan bagi mekanisme iklim dan sistem pengkreditan karbon, termasuk Joint Crediting Mechanism (JCM) dan berbagai skema pasar karbon yang sedang berkembang.

Siapkan Lokasi Percontohan untuk Skala Lebih Besar

Selain melakukan eksperimen di lahan penelitian, tim proyek juga akan memilih sejumlah lokasi percontohan untuk implementasi skala lebih luas. 

Lokasi yang diprioritaskan, daerah yang memiliki kelompok tani aktif, infrastruktur irigasi yang baik, serta penggilingan padi yang dapat memasok sekam sebagai bahan baku biochar.

Para peneliti juga akan melibatkan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait agar hasil penelitian sejalan dengan program pembangunan nasional dan target penurunan emisi Indonesia.

Fondasi Ilmiah Pertanian Padi Berkelanjutan

Melalui kolaborasi antara IPB University, Faeger Co Ltd, dan PT Yanmar Diesel Indonesia, penelitian ini diharapkan menjadi landasan ilmiah bagi pengembangan praktik budidaya padi yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan produktivitas.

Baca Juga: Glamping Puncak View: Wisata Camping dan Kuliner dengan View Gunung di Bogor

Prof Wayan berharap, kombinasi AWD dan biochar dapat menjadi model pertanian masa depan yang mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di Indonesia. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
ipb bogor institut pertanian bogor padi sawah