RADAR BOGOR – Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta atau MIS Al Barkah di Kampung Ciawi, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, semakin memprihatinkan.
MIS Al Barkah yang telah berdiri sejak 1964 itu belum pernah mendapat rehabilitasi selama 36 tahun terakhir.
Akibatnya, sejumlah ruang kelas MIS Al Barkah mengalami kerusakan berat dan dinilai membahayakan keselamatan siswa maupun guru.
Saat ini, MIS Al Barkah masih aktif menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dengan jumlah 150 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel) dan didukung 10 tenaga pendidik.
Salah seorang guru MIS Al Barkah, Asep Manhat, mengatakan bangunan sekolah terakhir kali direnovasi pada 1990.
Sejak saat itu, belum ada lagi perbaikan meski kondisi fisik bangunan terus mengalami penurunan.
Baca Juga: Cek Saldo PKH dan BPNT Tahap 3 di Livin by Mandiri, Ini Hasilnya per 20 Juli 2026
"Karena ketidakmampuan kami dalam pengadaan dana, sehingga tidak bisa membuat bangunan baru," ujarnya kepada Radar Bogor, Senin 20 Juli 2026.
Ia menjelaskan, sekolah hanya memiliki lima ruang kelas untuk enam rombel. Akibatnya, satu ruangan terpaksa disekat agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti proses belajar mengajar.
Menurut Asep, seluruh bangunan yang digunakan saat ini dalam kondisi rusak berat.
Dinding banyak yang retak, sebagian sudah terlihat miring, lantai masih berupa tegel dan plester, sementara atap sering bocor saat hujan turun.
"Kelima bangunan tersebut kondisinya rusak berat, sehingga bisa membahayakan proses pembelajaran dan keselamatan warga madrasah, baik guru maupun para siswa yang belajar di lingkungan MIS Al-Barkah," imbuhnya.
Ia mengungukankan, kondisi tersebut juga berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar. Saat hujan turun, air masuk ke dalam ruang kelas akibat atap yang bocor.
Sementara ketika angin kencang, pihak sekolah selalu dihantui kekhawatiran bangunan yang sudah rapuh akan roboh.
Bahkan, ketika cuaca dinilai berbahaya, pihak sekolah terpaksa memulangkan siswa lebih awal sebelum jam pelajaran berakhir.
Baca Juga: PKH dan BPNT Juli-September 2026 Mulai Dicairkan Hari Ini, Simak Cara Cek NIK Penerima
"Dari segi bangunan, mereka mengkhawatirkan akan ambruknya bangunan, tentu sangat berpengaruh terhadap mental dan psikologis para siswa dan siswi," ucapnya.
Selama bertahun-tahun, pihak sekolah telah berupaya mengajukan bantuan pembangunan melalui berbagai jalur.
Mulai dari SIM Sarpras, SIPD hingga proposal kepada sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR). Namun, hingga kini belum ada bantuan yang terealisasi.
"Kami berharap adanya bantuan, baik itu dari pemerintah ataupun dari para donatur untuk bisa membantu pembangunan di MIS Al Barkah ini, sehingga pembelajaran menjadi efektif dan menyenangkan serta menjaga keselamatan warga madrasah," tutupnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin