Warga Manfaatkan Jembatan Gantung Sementara Imbas Jembatan Wika Penghubung Gunung Putri dan Klapanunggal Bogor Ditutup

Muhammad Ali • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 22:49 WIB
Warga memanfaatkan jembatan gantung di Desa Kembang Kuning, Klapanunggal, Kabupaten Bogor imbas penutupan Jembatan Kedep atau Jembatan Wika yang menjadi penghubung Kecamatan Gunung Putri dan Klapanunggal. (Hendi Novian/Radar Bogor)
Warga memanfaatkan jembatan gantung di Desa Kembang Kuning, Klapanunggal, Kabupaten Bogor imbas penutupan Jembatan Kedep atau Jembatan Wika yang menjadi penghubung Kecamatan Gunung Putri dan Klapanunggal. (Hendi Novian/Radar Bogor)
 
RADAR BOGOR – Keberadaan jembatan gantung sementara bagi pejalan kaki di lokasi penutupan Jembatan Kedep atau Jembatan Wika penghubung Kecamatan Gunung Putri dan Klapanunggal, Kabupaten Bogor menjadi solusi bagi warga yang terdampak rekonstruksi jembatan utama. 

Setiap hari, jembatan tersebut dipadati pelajar, pekerja, hingga warga yang hendak beraktivitas di kedua wilayah.

Salah satu penjaga jembatan gantung sementara, Amung (44), mengatakan pembangunan jembatan sempat menemui kendala karena pada awalnya belum mendapat persetujuan dari pihak pelaksana proyek.

"Berhubung dari warga minta untuk penyeberangan jalannya, akhirnya dibuat, dibikin persetujuan dari warga semua," ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu, 29 Juli 2026.

Baca Juga: Jembatan Penghubung Gunung Putri dan Klapanunggal Bogor Ditutup, Penyebrangan Sementara Motor Jadi Andalan Warga

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan gantung sementara dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memberikan akses bagi pejalan kaki selama proses rekonstruksi Jembatan Wika berlangsung.

Dalam pengoperasiannya, jembatan hanya dapat dilintasi maksimal 10 orang dari satu arah. Setelah itu, giliran diberikan kepada pejalan kaki dari arah sebaliknya agar beban jembatan tetap aman.

"Kalau lebih dari sepuluh orang gak boleh, peraturannya kan kita 10 orang, jadi kita harus ngikutin peraturan, makanya ada petugas dua orang di sana, dua orang di sini untuk mengatur lalu lintas yang jalan kaki," jelasnya.

Menurutnya, selain membatasi jumlah pengguna, petugas juga menghentikan sementara penyeberangan ketika kondisi angin bertiup kencang demi menjaga keselamatan warga.

Ia menjelaskan, keberadaan jembatan gantung sementara sangat membantu masyarakat, terutama karena wilayah tersebut merupakan perbatasan antara Kecamatan Gunung Putri dan Klapanunggal dan tanpa akses tersebut, warga harus memutar melalui jalur yang jauh lebih jauh.

"Sangat kebantu sekali untuk warga sekitar, kalau muter kejauhan, makanya warga pada senang adanya jembatan gantung ini," imbuhnya.

Amung juga memastikan masyarakat tidak dikenakan tarif untuk melintasi jembatan tersebut, pengguna hanya dipersilakan memberikan sumbangan secara sukarela apabila berkenan.

"Gratis, seikhlasnya, di sini gak dipungut biaya yang mau melintas ke sini, yang mau lewat silakan," ungkapnya.

Ia menambahkan, mayoritas pengguna jembatan merupakan pelajar dan pekerja, pada pagi hari, antrean didominasi anak sekolah yang hendak berangkat belajar.

"Yang anak sekolah sama pekerja, tapi kebanyakan itu anak sekolah, kalau pagi sudah antrean, anak sekolah sudah sampai depan antreannya," pungkasnya.(Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
Jembatan Wika bogor jembatan gantung Klapanunggal Gunung Putri