RADAR BOGOR – Sebanyak 94 kader Posyandu di Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, mendapat penguatan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak.
Program penguatan kader posyandu itu dilakukan Program Studi Keperawatan Bogor Poltekkes Kemenkes Bandung melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang Pengabdian kepada Masyarakat.
Kegiatan yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Kader Dalam Layanan Posyandu ILP untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak” itu menggunakan skema Program Kemitraan Wilayah (PKW).
Program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya dilaksanakan di Desa Tajur dan Desa Pasirmukti, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, pada 2025.
Pembukaan kegiatan berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026. Sejumlah unsur yang berkaitan dengan pelayanan serta pemberdayaan kesehatan masyarakat turut hadir.
Di antaranya Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Sekretaris Desa Ciapus, Sekretaris Kecamatan Ciomas, Kepala Puskesmas Ciapus, dosen Poltekkes Kemenkes Bandung, para kader Posyandu, serta mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan Bogor.
Baca Juga: Pemkab Bogor Naikkan Insentif Guru Ngaji Jadi Rp1 Juta per Tahun, 8.400 Orang Bakal Menerima
Tingkatkan Kompetensi Kader Posyandu
Ketua Tim PKW Poltekkes Bandung Kampus Bogor, Atik Hodikoh, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kader Posyandu dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kader memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan.
“Melalui program ini, kami ingin meningkatkan wawasan sekaligus keterampilan para kader agar semakin siap memberikan pelayanan kesehatan. Kegiatan ini juga mendukung penerapan Integrasi Layanan Primer atau ILP, terutama dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak di Posyandu,” ujar Atik.
Ia menerangkan, Desa Ciapus dipilih sebagai salah satu wilayah kegiatan karena merupakan wilayah binaan Puskesmas Ciapus dan memiliki potensi besar dalam pengembangan pemberdayaan masyarakat.
Berdasarkan data yang tercantum dalam dokumen kegiatan, Desa Ciapus memiliki 16 Posyandu dengan 94 kader yang terlibat dalam pelayanan masyarakat.
Sementara itu, Puskesmas Ciapus telah menjalankan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP).
Pelayanan tersebut mencakup manajemen kesehatan, kesehatan ibu dan anak, layanan kesehatan bagi usia dewasa dan lanjut usia, hingga penanganan penyakit menular. Pelaksanaannya dilakukan secara terpadu dan melibatkan lintas klaster.
Fokus pada Kesehatan Ibu dan Anak hingga Pencegahan Stunting
Pelaksanaan program ini juga dilatarbelakangi pentingnya peningkatan peran kader dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Fokusnya tidak hanya pada pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), tetapi juga mencakup upaya pencegahan stunting serta pelayanan kesehatan reproduksi bagi remaja.
Seluruh aspek tersebut diarahkan agar dapat diterapkan secara terintegrasi melalui layanan Posyandu ILP.
Baca Juga: Pencairan Bansos BPNT Rp600 Ribu Dimulai, KPM Pemegang KKS Ini Wajib Cek Saldo
Atik mengatakan, tim pelaksana sebelumnya telah melakukan identifikasi terhadap sejumlah kebutuhan yang masih perlu diperkuat di tingkat kader.
“Dari pemetaan yang dilakukan, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, mulai dari optimalisasi tugas kader, pemahaman terkait pelayanan kesehatan ibu dan anak, hingga kemampuan dalam menerapkan konsep ILP pada kegiatan Posyandu,” jelasnya.
Karena itu, para kader tidak hanya diberikan materi secara teori. Mereka juga mendapatkan pelatihan sekaligus kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta pelaksanaan ILP di Posyandu.
Libatkan Tenaga Kesehatan hingga Mahasiswa
Program pengabdian masyarakat tersebut menggunakan pendekatan pemberdayaan dengan melibatkan berbagai pihak.
Tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah wilayah, dosen, serta mahasiswa turut berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan.
Dengan melibatkan berbagai unsur tersebut, program diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas pelayanan Posyandu di Desa Ciapus.
Adapun metode yang diterapkan dalam program meliputi edukasi, pelatihan, praktik penyuluhan, diskusi, serta monitoring dan evaluasi.
Baca Juga: Heboh Bansos PKH Cair Dua Kali dengan Nominal Sama, Ini Penjelasan Sebenarnya
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kader diharapkan semakin percaya diri dan kompeten dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Penguatan kapasitas kader juga diharapkan mampu mendukung keberhasilan penerapan Posyandu ILP serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. (cok)
Editor : Yosep Awaludin