Kemarau Kepung 32 Kecamatan di Kabupaten Bogor, Dedi Aroza Dorong Kolaborasi Atasi Krisis Air

Muhammad Ali • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 20:35 WIB
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, Dedi Aroza. Foto: Dokumen pribadi for Radar Bogor
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, Dedi Aroza. Foto: Dokumen pribadi for Radar Bogor

RADAR BOGOR – Kemarau berkepanjangan mulai berdampak luas di Kabupaten Bogor. Anggota DPRD Jawa Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor Fraksi PKS, Dedi Aroza, mendorong penanganan kekeringan dilakukan secara bersama-sama.

Menurut Dedi Aroza, pemerintah di Bogor tidak bisa bekerja sendiri dan perlu melibatkan masyarakat, ulama, organisasi keagamaan hingga perusahaan mengatasi krisis air saat kemarau ini.

“Memang ini kan kemarau yang berkepanjangan, kita sih berharap pemerintah daerah melakukan langkah-langkah strategis, mungkin itu sudah dilakukan dengan memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat,” ujar Dedi Aroza kepada Radar Bogor, Rabu, 2 September 2026.

Baca Juga: 8 Bulan Pascabencana, Relokasi 40 KK Korban Pergerakan Tanah Sukamakmur Bogor Masih Terkendala Lahan

Dedi juga mengajak masyarakat di wilayah yang masih memiliki sumber air, seperti sungai, untuk ikut menjaga ketersediaan air agar aktivitas pertanian dan perkebunan tetap dapat berjalan.

Selain upaya teknis, ia menilai pendekatan keagamaan juga dapat dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kemarau panjang. Karena itu, Dedi mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk mengajak masyarakat melaksanakan salat istisqa.

“Jadi ada dua hal, pertama ikhtiar pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama. Kedua, MUI, DMI mendorong DKM-DKM dan MUI desa untuk bisa menggelar salat istisqa,” jelasnya.

Menurut Dedi, persoalan kekeringan saat ini perlu mendapat perhatian serius karena wilayah terdampaknya cukup luas. Dari total 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, sebanyak 32 kecamatan disebut telah mengalami dampak kekeringan.

Ia berharap upaya penanganan di lapangan dapat berjalan beriringan dengan doa dan dukungan masyarakat.

Baca Juga: Selamatkan Anak yang Tenggelam, Pria di Rancabungur Bogor Meninggal Dunia

“Mudah-mudahan dengan langkah ini, Allah subhanahu wata’ala memberikan kekuasaannya kemudian menurunkan hujan,” ungkapnya.

Perusahaan Diminta Ikut Turun Tangan

Dedi juga menilai sektor swasta maupun perusahaan milik pemerintah memiliki peran penting dalam membantu mengatasi persoalan kekeringan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

Ia mendorong pemerintah menggandeng perusahaan yang memiliki kemampuan dalam pengolahan dan penyediaan air bersih agar bantuan kepada masyarakat terdampak dapat diperluas.

Baca Juga: Bikin Juri Terkejut! Inovasi Pelajar SMP Bogor di BIA 2026 Dinilai Sudah Berpikir Kritis

“Saya juga ingin bagaimana pemerintah bersama-sama stakeholder seperti perusahaan-perusahaan yang mengolah air bersih ini perlu dikolaborasikan,” tuturnya.

Menurutnya, semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula potensi bantuan yang dapat diberikan kepada warga di wilayah terdampak.

“Dengan berduyun-duyun bekerja sama, kita berharap masyarakat bisa terbantu dengan maksimal,” tandasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
dedi aroza bogor krisis air kemarau