Dirut Sayaga Ajak Warga Bogor Tak Terprovokasi Isu OTT KPK

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:47 WIB
Dirut PT Sayaga Wisata Bogor, Sambas Setia Permana.
Dirut PT Sayaga Wisata Bogor, Sambas Setia Permana.

RADAR BOGOR - Isu operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ramai diperbincangkan di tengah masyarakat, mendapat perhatian dari Direktur Utama (Dirut) PT Sayaga Wisata Bogor, Sambas Setia Permana.

Sambas mengajak masyarakat, khususnya kalangan pemuda di Kabupaten Bogor, agar tidak mudah terseret opini maupun informasi negatif yang belum diketahui kebenarannya.

Menurut Sambas, derasnya informasi di media sosial membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum mempercayai atau menyebarkan sebuah kabar.

Baca Juga: Jelang Porprov Jawa Barat 2026, Guard Muda SMAN 5 Bogor Andalkan Tembakan 3 Angka

Terlebih, isu yang berkaitan dengan persoalan hukum sangat mudah berkembang menjadi opini publik.

Ia meminta, masyarakat tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan hanya berdasarkan unggahan media sosial, percakapan grup, maupun informasi yang sumbernya belum jelas.

Masyarakat Diminta Cermat Menyaring Informasi

Sambas Setia Permana menilai kondisi seperti ini harus dihadapi dengan kepala dingin. 

Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membangun opini sesuai kepentingannya.

“Masyarakat dan pemuda jangan mudah terprovokasi oleh opini-opini negatif yang belum tentu sesuai dengan fakta. Kita harus cerdas memilah informasi dan jangan sampai situasi ini ditunggangi oleh segelintir orang untuk kepentingan tertentu,” ujar Sambas dalam keterangannya kepada Radar Bogor, Kamis 3 September 2026.

Ia menekankan, pentingnya masyarakat mengutamakan fakta serta menunggu penjelasan resmi dari lembaga yang memiliki kewenangan.

Sambas juga mengingatkan, agar warga tidak ikut menyebarluaskan kabar yang belum memiliki sumber jelas. 

Langkah tersebut dinilai, penting untuk mencegah munculnya keresahan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Pemuda Bogor Punya Peran Jaga Kondusivitas

Di tengah situasi informasi yang bergerak cepat, Sambas melihat pemuda memiliki peran penting dalam menjaga suasana Kabupaten Bogor tetap kondusif.

Menurutnya, pemuda tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga dapat berperan sebagai penyaring informasi sebelum sebuah kabar diteruskan kepada orang lain.

Ia berharap generasi muda tidak ikut memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

Baca Juga: Ahli Hukum Ungkap Tanggung Jawab Direksi PT JFC hingga Harta Pribadi

“Jangan sampai perbedaan pendapat atau informasi yang belum terkonfirmasi membuat masyarakat terpecah. Mari kita jaga Kabupaten Bogor tetap aman, kondusif dan jangan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin memanfaatkan keadaan,” katanya.

Hormati Proses Hukum yang Sedang Berjalan

Sambas juga mengajak masyarakat untuk menghormati setiap proses hukum apabila memang terdapat perkara yang sedang ditangani oleh aparat penegak hukum.

Ia menilai proses penegakan hukum harus diberikan ruang untuk berjalan sesuai aturan. 

Masyarakat, kata dia, sebaiknya tidak mendahului proses tersebut dengan membuat kesimpulan atau penghakiman berdasarkan opini yang berkembang.

Bagi Sambas, kepastian mengenai suatu perkara harus didasarkan pada fakta dan keterangan dari pihak yang berwenang, bukan semata-mata dari narasi yang beredar di ruang publik.

Sambas Minta Warga Bogor Tetap Tenang

Lebih lanjut, Sambas berharap masyarakat Kabupaten Bogor tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang sengaja dibangun untuk menggiring opini tertentu.

Ia meminta, warga memastikan terlebih dahulu sumber informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya kepada orang lain, terutama jika informasi tersebut berpotensi menimbulkan keresahan.

Baca Juga: PMI Kabupaten Bogor Masih Buka Donasi untuk Korban Gempa NTT, Bantuan Rp1 Miliar Sudah Disalurkan

“Yang terpenting saat ini adalah tetap tenang, jangan mudah percaya dan jangan mudah terprovokasi. Kita tunggu fakta serta informasi resmi dari pihak yang berwenang,” pungkas Sambas. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
Sambas Setia Permana bogor ott PT Sayaga Wisata kpk