Mahasiswa Unpak Bogor Perkuat Desa Sehat Mekarjaya Lewat Website hingga Produk Herbal

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 09:19 WIB
Mahasiswa Unpak Bogor saat memberikan workshop di Desa Sehat Mekarjaya. Foto: Unpak for Radar Bogor
Mahasiswa Unpak Bogor saat memberikan workshop di Desa Sehat Mekarjaya. Foto: Unpak for Radar Bogor

RADAR BOGOR – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Biologi Helianthus Universitas Pakuan (Unpak) terus mendorong penguatan program Desa Sehat di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan PPK Ormawa Unpak Bogor melalui pelatihan Website Eco-Health Smart System, TAMARA, dan ROVELAyang digelar di Aula Kantor Desa Mekarjaya, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang dilakukan PPK Ormawa Unpak Bogor ini sekaligus menjadi pelatihan terakhir dalam rangkaian program PPK Ormawa HMB-Helianthus di Desa Mekarjaya.

Baca Juga: Ini Tujuan, Prinsip, dan Jenis Bantuan PIP Dikdasmen Tahun 2026

Kegiatan dihadiri sejumlah pimpinan dan dosen Universitas Pakuan, di antaranya Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FMIPA Dr. Usep Suhendar, M.Si., Ketua Program Studi Biologi Dr. Triastinurmiatiningsih, M.Si., PJS Sekretaris Program Studi Biologi Irfana Fauziah, S.Si., M.Sc., serta sejumlah dosen dan Dosen Pembimbing PPK Ormawa HMB-HelianthusDrs. Cecep Sudrajat, M.Pd.

Kepala Desa Mekarjaya Yasin, S.H. juga turut hadir bersama masyarakat dan peserta pelatihan. Dukungan pemerintah desa dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam keberlangsungan program yang telah dijalankan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Yasin mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Universitas Pakuan dalam kegiatan di Desa Mekarjaya. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus mendukung pelaksanaan program mahasiswa.

Baca Juga: Bakmie Iwan, Mi Homemade Tanpa Pengawet Aman untuk Penderita Maag

Yasin yang merupakan alumni Universitas Pakuan mengaku memiliki kedekatan dengan almamaternya. Ia pun mendorong mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh, berbakti kepada orang tua, serta memiliki kemandirian dalam mengembangkan kemampuan.

Sementara itu, Dr. Usep Suhendar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari PPK Ormawa dan berbeda dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang proses seleksinya dilakukan secara kompetitif.

Ia menyebut sekitar 2.000 proposal diajukan dalam program tersebut, namun hanya sekitar 900 proposal yang dinyatakan lolos, termasuk program dari Program Studi Biologi Universitas Pakuan.

Setelah seluruh kegiatan lapangan selesai, mahasiswa masih akan menjalani proses penyusunan laporan dan evaluasi. Karena itu, dukungan pemerintah desa dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan program yang telah dirintis dapat terus berjalan.

Baca Juga: Tips Memilih Kulit Jok Motor Harian: Nyaman, Elastis, dan Tahan Cakaran Kucing

Kenalkan Teknologi untuk Desa Sehat

Setelah pembukaan dan penandatanganan berita acara, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal sebelum pelatihan.

Sesi pertama berupa pelatihan Website Eco-Health Smart System yang disampaikan Divisi Media Insight. Peserta diperkenalkan pada platform digital yang dirancang sebagai sarana informasi dan edukasi seputar kesehatan serta lingkungan.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diajak memahami bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyebaran informasi kesehatan dan lingkungan di tingkat desa.

Peserta kemudian mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab terkait penggunaan serta pemanfaatan website sebagai bagian dari pengembangan program Desa Sehat.

Dari Tanaman Herbal Jadi Produk Kesehatan

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Warga Diminta Jaga Jarak

Pelatihan selanjutnya diisi Divisi Healthy Product dengan memperkenalkan TAMARA atau Tanaman Alami Menyehatkan Raga.

Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan tanaman herbal yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti kunyit dan jahe, untuk diolah menjadi minuman jamu tradisional.

Selain TAMARA, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan ROVELA (Rolade Vegetable Ayam). Produk tersebut merupakan olahan rolade ayam yang dipadukan dengan sayuran sehingga dapat menjadi salah satu alternatif makanan keluarga yang lebih beragam dan bergizi.

Peserta juga diberikan kesempatan berdiskusi mengenai pemanfaatan tanaman herbal serta pengolahan bahan pangan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Masuk Tahap Akhir Program

Baca Juga: Puncak Ciguntur Sukamakmur Bogor, Trekking Seru dengan Bonus Tujuh Curug

Setelah seluruh materi dan diskusi selesai, peserta mengikuti post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman setelah mengikuti pelatihan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup secara resmi.

Pelatihan Website Eco-Health Smart System, TAMARA, dan ROVELA menjadi bagian penting dari upaya PPK Ormawa HMB-Helianthus dalam memperkuat konsep Desa Sehat di Mekarjaya.

Ketiga inovasi tersebut menggabungkan teknologi digital, pemanfaatan tanaman herbal, dan pengolahan pangan.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Pengetahuan serta keterampilan yang diberikan diharapkan tidak berhenti setelah program mahasiswa berakhir, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat.

Dengan berakhirnya pelatihan terakhir, rangkaian PPK Ormawa HMB-Helianthus Universitas Pakuan di Desa Mekarjaya kini memasuki tahap akhir.

Kolaborasi mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan program menuju masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan mampu mengoptimalkan potensi desa.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
desa sehat mekarjaya bogor Unpak