Sungai Cileungsi Bogor Tercemar, 172 Ribu Pelanggan PDAM Bekasi Ikut Terdampak

Muhammad Ali • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 17:51 WIB
Aliran air di Sungai Cileungsi yang tercemar dan berdampak pada pelanggan PDAM Bekasi. Foto: KP2C for Radar Bogor
Aliran air di Sungai Cileungsi Bogor yang tercemar dan berdampak pada pelanggan PDAM Bekasi. Foto: KP2C for Radar Bogor

RADAR BOGOR – Dugaan pencemaran Sungai Cileungsi di Kabupaten Bogor tak hanya menjadi persoalan di wilayah hulu. Dampaknya disebut mengalir hingga Kota dan Kabupaten Bekasi, seiring aliran sungai yang kemudian bertemu dengan Sungai Cikeas dan membentuk Kali Bekasi.

Kondisi Sungai Cileungsi Bogor tersebut menjadi perhatian karena Kali Bekasi merupakan salah satu sumber air baku yang dimanfaatkan oleh dua perusahaan daerah air minum, yakni Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi dan Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) Puarman menyebut saat ditemui Radar Bogor, kedua perusahaan tersebut melayani total lebih dari 172 ribu pelanggan.

Baca Juga: TPA Galuga Masih Terbakar, Truk Sampah Kota Bogor Tetap Masuk dengan Sistem Bergiliran

“PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi memiliki sekitar 88 ribu pelanggan, sedangkan PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi sekitar 92 ribu pelanggan,” kata Puarman kepada Radar Bogor, Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, buruknya kualitas air bahkan telah membuat kedua perusahaan air minum tersebut mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan air secara langsung untuk dikonsumsi.

Puarman menilai kondisi ini menunjukkan bahwa pencemaran Sungai Cileungsi sudah menjadi persoalan serius karena berpotensi memengaruhi layanan air bersih bagi masyarakat di wilayah hilir.

Baca Juga: Suzuki Haojue Lumi, Skuter Retro Bertampang Manis dengan Fitur Bosch ABS dan Hitachi TCS

Meski begitu, ia memastikan kondisi Sungai Cikeas masih tergolong aman. Hal tersebut berdasarkan penelusuran yang dilakukan KP2C bersama Perumda Tirta Kahuripan.

“Sungai Cikeas masih aman untuk bahan baku air minum. Sementara Sungai Cileungsi kondisinya sangat tidak memungkinkan,” ujarnya.

DLH Minta Jangan Saling Salahkan

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, meminta persoalan pencemaran sungai tidak hanya dibebankan kepada daerah yang berada di wilayah hulu.

Menurutnya, aliran sungai merupakan satu kesatuan yang menghubungkan wilayah hulu dan hilir. Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi lintas daerah.

Baca Juga: Cara Cek Bansos BLT Kesra Rp900 Ribu, Cair atau Tidak Tahun 2026?

“Kita ini satu Indonesia. Aliran sungai mengalir dari hulu ke hilir. Pemerintah Kabupaten dan Kota Bekasi seharusnya berkoordinasi dengan kami,” kata Teuku.

Ia berharap pemerintah daerah, baik di wilayah hulu maupun hilir, dapat memperkuat kerja sama untuk menangani pencemaran Sungai Cileungsi hingga berdampak ke Kali Bekasi.

Teuku menekankan bahwa persoalan tersebut seharusnya tidak menjadi ruang untuk saling menyalahkan antarwilayah. Sebaliknya, seluruh pihak perlu duduk bersama mencari solusi agar pencemaran dapat ditangani secara menyeluruh.

“Kita harus sama-sama berkoordinasi menyelesaikan persoalan ini dari hulu sampai hilir agar benar-benar tuntas,” tegasnya.

Baca Juga: Pemekaran Bogor Selatan Kembali Menguat, Dedi Aroza Minta Tokoh Masyarakat Segera Susun Langkah

Ia juga mengingatkan agar persoalan lingkungan tersebut tidak dijadikan ajang melempar kesalahan, melainkan diselesaikan melalui koordinasi dan sinergi antarpemerintah.

“Jangan seolah-olah saling menyalahkan. Ini lebih kepada persoalan koordinasi agar pemerintah di setiap wilayah bisa berjalan harmonis,” tandasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor bekasi pdam sungai cileungsi