Hari Kedelapan Kebakaran TPAS Galuga Bogor, Area Terbakar Tinggal 1,4 Hektare

Muhammad Ali • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 08:03 WIB
Petugas melakukan pendinginan di area TPAS Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Senin 14 September 2026 dini hari. (Foto : Hendi Novian/Radar Bogor)
Petugas melakukan pendinginan di area TPAS Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Senin 14 September 2026 dini hari. (Foto : Hendi Novian/Radar Bogor)

 

RADAR BOGOR – Upaya pemadaman kebakaran di TPAS Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, mulai menunjukkan hasil.

Memasuki hari kedelapan, Senin 14 September 2026, luasan area yang masih terbakar di TPAS Galuga dilaporkan menyusut menjadi 1,4 hektare dari total area terdampak sekitar 8,5 hektare.

Pemkab Bogor terus mengintensifkan penanganan kebakaran yang melanda kawasan pengelolaan sampah tersebut.

Tim gabungan dikerahkan untuk memadamkan titik api, melakukan pendinginan, sekaligus mengantisipasi munculnya kembali kebakaran di area yang sebelumnya telah ditangani.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan, kebakaran TPAS Galuga pertama kali terjadi pada 7 September 2026. Saat itu, area yang terbakar diperkirakan mencapai 5,5 hektare.

Sehari setelah kejadian, luasan kebakaran meningkat menjadi sekitar 8,4 hektare. Namun, melalui berbagai upaya pemadaman yang dilakukan secara bertahap, area terdampak berhasil ditekan dari 7 hektare, kemudian 6 hektare, hingga tersisa sekitar 5 hektare sebelum kembali menyusut.

Baca Juga: Pastikan Api di TPAS Galuga Padam, Bupati Bogor Rudy Susmanto Turun Langsung Tengah Malam

Rudy menyampaikan perkembangan terbaru tersebut saat memberikan keterangan kepada Radar Bogor pada Senin 14 September 2026.

“Alhamdulillah, memasuki hari kedelapan pada Senin dini hari, kebakaran di wilayah utara kini tersisa sekitar 1,4 hektare,” kata Rudy.

Selain wilayah utara, titik kebakaran juga masih ditemukan di bagian timur TPAS Galuga. Area yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1.000 meter persegi.

Sementara itu, kebakaran di wilayah pengelolaan sampah Kabupaten Bogor bagian selatan disebut telah berhasil dituntaskan.

Rudy mengatakan, penanganan kebakaran dilakukan melalui kolaborasi antara Pemkab Bogor dan Pemkot Bogor.

Seluruh tim gabungan terus bekerja sepanjang waktu agar proses pemadaman dapat segera diselesaikan.

“Seluruh unsur yang terlibat terus berjibaku selama 24 jam setiap hari. Kami berupaya semaksimal mungkin agar api di TPA Galuga dapat segera dipadamkan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), TNI, hingga Polri.

Menurut Rudy, kerja sama lintas instansi tersebut telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap penurunan luasan area kebakaran.

“Alhamdulillah, berbagai upaya yang dilakukan sudah menghasilkan perkembangan yang cukup signifikan. Kami berharap seluruh titik api dapat segera dituntaskan dan kebakaran benar-benar padam dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Baca Juga: Villa Thor Sibohi Sentul, Villa Bernuansa Hutan Alam Hanya 40 Menit dari Jakarta

Satpol PP Disiagakan untuk Patroli TPA Galuga

Selain fokus pada pemadaman, Pemkab Bogor juga menyiapkan tim patroli dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di sekitar kawasan TPA Galuga.

Patroli dilakukan untuk memantau area-area yang sebelumnya telah dinyatakan tidak lagi memiliki titik api maupun asap. Pengawasan juga mencakup kawasan lahan pertanian di sekitar lokasi.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi agar titik api maupun asap tidak kembali muncul setelah proses pemadaman dilakukan.

Rudy mengatakan, petugas patroli akan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran baru di kawasan tersebut.

“Jika dalam pemantauan ditemukan potensi munculnya api, petugas akan langsung menyampaikan laporan untuk segera ditindaklanjuti. Jangan sampai ada titik api yang kembali muncul tanpa diketahui,” jelasnya.

Luas TPA Galuga dan Akses Sulit Jadi Tantangan

Rudy mengungkapkan, proses pemadaman kebakaran TPAS Galuga menghadapi tantangan tersendiri. Salah satunya karena kawasan TPA memiliki luas lebih dari 40 hektare.

Kondisi medan di sejumlah titik juga menyulitkan petugas dalam menjangkau lokasi kebakaran. Beberapa area tidak dapat dimasuki kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor.

Akibatnya, petugas harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki untuk mencapai titik api yang berada cukup jauh dari akses kendaraan.

Penanganan di lapangan pun sangat bergantung pada dukungan alat berat serta tenaga fisik para petugas yang bekerja di tengah kondisi medan yang tidak mudah.

Baca Juga: Bansos Belum Cair? Jangan Buru-buru Menuduh, Cek Dulu ke Pendamping PKH

“Dengan luas kawasan TPAS Galuga yang lebih dari 40 hektare, penanganan kebakaran memang bukan perkara mudah. Ada titik-titik yang sulit dijangkau kendaraan sehingga membutuhkan alat berat dan tenaga petugas yang prima,” pungkas Rudy.

Hingga hari kedelapan, Pemkab Bogor bersama seluruh unsur gabungan masih melanjutkan upaya pemadaman dan pengamanan di TPAS Galuga.

Pemerintah berharap sisa titik kebakaran dapat segera dituntaskan sehingga seluruh kawasan dinyatakan aman. (***)

Editor : Yosep Awaludin
bogor TPAS galuga kebakaran