RADAR BOGOR – Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Galuga Bogor Raya 1 di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, segera memasuki tahap konstruksi.
Peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek PSEL Galuga Bogor tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 17 September 2026.
SPV Stakeholder Relation Danantara, Dede Firmansyah, mengatakan proyek PSEL Galuga Bogor Raya 1 memiliki dasar hukum Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025.
Baca Juga: Jangan hanya Tanya Siapa Membakar: Gambut Butuh Prediksi dan SDM
Dalam skema tersebut, pemerintah daerah memiliki kewajiban menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas. Sementara itu, biaya tipping fee yang sebelumnya menjadi salah satu beban pemerintah daerah kini dihapuskan.
“Justru menjadi positif adalah dihilangkannya tipping fee dari yang sebelumnya menjadi beban daerah. Itu sudah dihilangkan gratis dan menjadi kesepakatan dengan pemda,” ujar Dede kepada Radar Bogor, Rabu, 16 September 2026.
Bogor Wajib Pasok 2.000 Ton Sampah per Hari
Selain menyediakan lahan, pemerintah daerah juga harus memastikan ketersediaan sampah sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja sama.
Baca Juga: Full Time: Persib Bandung Sukses Taklukkan FC Seoul
Kabupaten Bogor bersama Kota Bogor nantinya diwajibkan memasok sekitar 2.000 ton sampah setiap hari sebagai bahan baku PSEL.
“Untuk kuota sampahnya memang ditentukan di dalam Perpres 109 dan disebutkan di dalam perjanjian,” tuturnya.
Sementara itu, listrik yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah akan masuk dalam skema kerja sama dengan PT PLN (Persero).
“Di dalam 109 itu memang sudah ditetapkan off the grid-nya adalah PLN,” jelas Dede.
Meski demikian, pendapatan dari penjualan listrik tidak secara langsung menjadi penerimaan pemerintah daerah. Sebab, investasi serta pengelolaan fasilitas dilakukan melalui Danantara.
Baca Juga: Sampah Bogor Melimpah, Rudy Pastikan PSEL Galuga Tak Kekurangan Bahan Baku
Menurut Dede, manfaat bagi daerah tidak hanya berkaitan dengan aspek finansial. Keberadaan PSEL juga diharapkan memberikan dampak terhadap lingkungan serta membuka kesempatan kerja.
“Impact positif daerah tadi satu tipping fee dan impact yang lainnya pun juga bisa diperhitungkan, ada lingkungan, ada tenaga kerjaan,” ungkapnya.
Serap Tenaga Kerja Lokal
Dede mengatakan, kebutuhan tenaga kerja juga akan muncul seiring dimulainya pembangunan fasilitas PSEL.
Peluang perekrutan tenaga lokal diharapkan terbuka, terutama selama proyek memasuki tahap konstruksi.
Baca Juga: Daftar Bansos Digital 2027, IKD Jadi Syarat Awal yang Perlu Disiapkan
“Di mana saat konstruksi itu tentunya ekspektasinya dan akan direalisasikan ada perekrutan tenaga lokal dan sebagainya,” katanya.
Selain manfaat ekonomi dan ketenagakerjaan, teknologi yang digunakan menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan PSEL Bogor Raya 1.
Dede menjelaskan, teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik yang digunakan bukanlah teknologi baru di dunia. Teknologi serupa telah lama diterapkan di sejumlah negara dengan kapasitas pengolahan yang besar.
“Sebenarnya teknologi ini di negara lain sudah berkembang lama dan kita saja yang baru menerapkannya. Kapasitasnya memang besar,” ucapnya.
Menurut dia, sejumlah fasilitas PSEL yang sebelumnya telah diterapkan di Indonesia memiliki kapasitas lebih kecil dibandingkan proyek yang akan dibangun di Galuga.
Baca Juga: Cara Usul Bansos Secara Mandiri Tahun 2026, Cukup Pakai HP
“Kalau yang dari sebelum-sebelumnya, ada PSEL di Indonesia yang diterapkan memang kapasitasnya kecil dan ini cukup besar. Bahkan teknologinya pun sebenarnya sudah berkembang di negara lain,” bebernya.
Klaim Emisi Dikendalikan dengan Standar Tinggi
Pengendalian emisi menjadi salah satu aspek penting dalam teknologi PSEL tersebut.
Dede menyebut sistem pengolahan yang digunakan dirancang dengan standar pengendalian emisi yang tinggi, termasuk mengacu pada standar Eropa.
Baca Juga: 10 Tahun Berlalu, Taman Corat Coret Bogor yang Dulu Instagramable Kini Dipenuhi Coretan Acak
“Salah satu kelebihannya adalah buangan dari emisinya itu memang sangat dijaga dengan standar yang sangat tinggi, standar Eropa,” tandasnya.
Ia bahkan mengklaim emisi yang dihasilkan nantinya dapat memiliki kualitas yang lebih bersih dibandingkan kondisi lingkungan di sekitarnya.
Dengan groundbreaking yang dijadwalkan Kamis, 17 September 2026, PSEL Bogor Raya 1 diharapkan segera memasuki tahap pembangunan dan menjadi bagian dari perubahan sistem pengelolaan sampah di kawasan Galuga.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga