Sebelum Air Kareo Bogor Memerah, Juru Kunci Mengaku Mimpi Ada 3 Sosok

Muhammad Nasir Arbain • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 09:00 WIB
Arfin Sahari cuci muka di Mata Air Keramat Kareo, Kampung Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor yang sudah normal, Senin 21 September 2026. (Nasir/ Radar Bogor)
Arfin Sahari cuci muka di Mata Air Keramat Kareo, Kampung Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor yang sudah normal, Senin 21 September 2026. (Nasir/ Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Fenomena tak biasa terjadi di Mata Air Keramat Kareo, Kampung Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. 

Air yang biasanya terlihat jernih, mendadak berubah warna menjadi kemerahan pada Minggu, 20 September 2026.

Perubahan warna air tersebut, sontak membuat warga penasaran. 

Sejumlah masyarakat berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung kondisi mata air yang dalam waktu singkat menjadi viral dan perbincangan.

Baca Juga: Sakinah Finance Ambil Bagian di Philippine Halal Industry Summit 2026, Ini yang Dibahas

Sebagian warga, bahkan mengambil air tersebut karena meyakini adanya khasiat tertentu serta menganggapnya membawa keberkahan. 

Namun, keyakinan tersebut merupakan kepercayaan masyarakat dan belum dapat dijadikan bukti bahwa air tersebut memiliki khasiat pengobatan.

Fenomena perubahan warna air Mata Air Keramat Kareo, menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial. 

Pemberitaan pada hari yang sama menyebut, air di lokasi tersebut kemudian kembali jernih.

Juru Kunci Ceritakan Kejadian Sebelum Air Berubah Warna

Juru Kunci Makam Keramat Raden Mas Pangeran Papak, Arfin Sahari, memiliki cerita tersendiri mengenai fenomena tersebut.

Menurut Arfin, sehari sebelum kejadian, dirinya mengaku mengalami mimpi tentang kondisi air yang meluap hingga banjir. 

Dalam mimpi itu, ia juga melihat 3 orang berada di lokasi pemandian.

“Semalam sebelumnya saya mimpi air ini penuh, meluber, seperti banjir. Saya juga mimpi ada 3 orang di sini sedang mandi,” ujar Arfin kepada Radar Bogor saat ditemui di lokasi, Senin 21 September 2026.

Ia mengaku, salah satu sosok dalam mimpinya terlihat memiliki tubuh kekar dan gagah. 

Baca Juga: Philippine Halal Industry Summit 2026 Bahas Penguatan Industri Halal Filipina dan Pasar Global

Arfin juga menyebut, sosok tersebut didampingi seseorang yang mengenakan atau membawa selendang berwarna biru.

Cerita tersebut, kemudian dikaitkan Arfin dengan kejadian yang berlangsung pada Minggu siang.

Air Mendadak Berubah Merah Sekitar Pukul 11.00 WIB

Arfin mengatakan, dirinya sempat merasa enggan datang ke lokasi pada hari kejadian. 

Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, ia akhirnya memutuskan untuk turun menuju area mata air.

Saat tiba, ia mengaku terkejut melihat kondisi air yang telah berubah warna.

“Jam 11.00 siang saya turun ke sini. Tahu-tahu tiba-tiba langsung berubah warna merah,” katanya.

Arfin mengaku sempat merasa gemetar ketika melihat perubahan tersebut. 

Ia kemudian menghubungkan kejadian itu dengan cerita dan kepercayaan mengenai sosok yang diyakini menjaga kawasan mata air tersebut.

Menurutnya, lokasi itu bukan sekadar sumber air, tetapi juga dikenal masyarakat sebagai tempat pemandian yang memiliki nilai keramat.

Bukan untuk Diminum, Warga Datang karena Penasaran

Arfin menjelaskan, Mata Air Keramat Kareo selama ini lebih dikenal sebagai tempat pemandian bagi masyarakat yang datang untuk berziarah.

Ia mengatakan, air di lokasi tersebut sebenarnya tidak diperuntukkan sebagai air minum. 

Baca Juga: Siswa SMA Kosgoro Bogor Juara 1 Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026

Pada musim kemarau, sebagian warga memang terkadang mengambil air untuk kebutuhan tertentu.

“Ini sebenarnya tempat pemandian orang yang ziarah. Memang bukan untuk diminum. Kalau musim kemarau, sebagian warga di sini ada yang mengambil air,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat yang datang setelah fenomena air berubah merah diimbau tidak serta-merta menganggap air tersebut aman untuk dikonsumsi hanya karena adanya kepercayaan mengenai khasiat tertentu.

Pernah Terjadi Sebelumnya, tetapi Hanya Berlangsung Singkat

Menurut Arfin, perubahan warna air serupa disebut pernah terjadi pada 1987. 

Namun, fenomena tersebut berlangsung jauh lebih singkat.

“Dulu pernah tahun 1987, cuma tidak lama. Begitu berubah merah, paling sekitar 10 menit kemudian hilang,” ungkapnya.

Berbeda dengan kejadian tahun ini, perubahan warna pada Minggu, 20 September 2026, menurut Arfin berlangsung sekitar satu setengah jam.

Ia menyebut, warna air saat itu terlihat sangat merah sebelum akhirnya berangsur kembali seperti kondisi normal.

Sementara itu, Kades Cibadung, Bardi mengungkapkan, Minggu 20 September 2026 Mata Air Keramat Kareo telah kembali jernih setelah sempat berubah warna.

Arfin Sebut Ada Kepercayaan soal Batu Merah Delima

Fenomena tersebut juga dikaitkan dengan cerita mengenai keberadaan batu berwarna merah delima di sekitar mata air.

Arfin menyampaikan, pandangan pribadinya mengenai hal tersebut. 

Ia mengaitkan, perubahan warna air dengan cerita mistis yang berkembang di lokasi tersebut.

Namun, ia menegaskan, hal itu merupakan pendapat dan keyakinan pribadi, bukan kesimpulan berdasarkan pemeriksaan ilmiah.

“Ya, mungkin orang yang punya pusaka itu sedang berada di sini, mandi di sini. Kita juga tidak tahu. Itu pendapat saya saja,” kata Arfin kepada Radar Bogor.

Kondisi Air Kembali Normal pada Senin

Sehari setelah fenomena tersebut, hingga Senin 21 September 2026, kondisi air di Mata Air Keramat Kareo telah kembali normal.

Arfin bahkan terlihat turun ke area penampungan atau kolam mata air. 

Dalam kondisi air yang sudah kembali jernih, ia membasuh wajah dan sejumlah bagian tubuh menggunakan air tersebut.

Meski kondisi air telah berubah kembali seperti semula, kawasan tersebut rencananya akan ditutup sementara.

Menurut Arfin, lokasi Mata Air Keramat Kareo akan ditutup selama tujuh hari ke depan dan tidak diperbolehkan digunakan untuk berbagai kegiatan.

Penutupan tersebut, dilakukan setelah lokasi ramai didatangi masyarakat menyusul viralnya perubahan warna air.

Penyebab Perubahan Warna Masih Menjadi Tanda Tanya

Hingga saat ini, penyebab pasti air di Mata Air Keramat Kareo berubah menjadi kemerahan belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.

Sejumlah dugaan berkembang di tengah masyarakat, mulai dari cerita mengenai batu merah delima hingga berbagai kepercayaan yang berkaitan dengan sejarah dan nilai keramat lokasi tersebut.

Baca Juga: Maulid Nabi di Masjid Al-Ihsan Kota Bogor, Tradisi Bongsang Pererat Kebersamaan Warga

Di sisi lain, perubahan warna air secara umum dapat memiliki berbagai penyebab dan memerlukan pemeriksaan untuk memastikan faktor yang sebenarnya. 

Karena itu, kepercayaan masyarakat mengenai fenomena tersebut perlu dibedakan dari fakta yang telah terverifikasi.

Fenomena Mata Air Keramat Kareo kini menjadi perhatian warga setelah air yang biasanya jernih mendadak berubah merah selama sekitar 1,5 jam sebelum kembali normal. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
mata air Kareo bogor gunung Sindur