Misteri Kematian Lansia di Gunung Sindur Bogor Terbongkar, Orang Terdekat Diamankan

Muhammad Nasir Arbain • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 06:47 WIB
Polisi saat melakukan pembongkaran makam di Gunungsindur, Bogor.  (Nasir/ Radar Bogor)
Polisi saat melakukan pembongkaran makam di Gunung Sindur, Bogor. (Nasir/ Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Kematian seorang pria berinisial H (55) di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, akhirnya memasuki babak baru. 

Setelah makamnya dibongkar untuk proses ekshumasi, Senin 21 September 2026, polisi menemukan indikasi bahwa lansia tersebut meninggal secara tidak wajar.

Perkembangan penyelidikan kemudian mengarah kepada orang terdekat korban. 

Baca Juga: 5 Bansos Disebut Cair hingga 30 September 2026, Ada PKH, BPNT dan PIP

Polisi telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam kematian H. 

Kapolsek Gunung Sindur, AKP Ucup Supriyatna mengatakan, pria yang diamankan polisi ditangkap di wilayah Tangerang Selatan. 

Setelah ditangkap, terduga pelaku kemudian dibawa ke Polres Bogor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ucup menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pria tersebut memiliki hubungan keluarga dengan korban. 

Menurutnya, terduga pelaku merupakan anak kandung dari H.

"Korban orang tua pelaku," ucapnya kepada wartawan.

Penangkapan tersebut, kata dia, menjadi perkembangan penting dalam penyelidikan kasus kematian H yang sebelumnya menimbulkan tanda tanya bagi pihak keluarga.

Makam Korban Dibongkar untuk Ekshumasi

Sebelum terduga pelaku diamankan, polisi bersama tim Laboratorium Forensik Mabes Polri melakukan ekshumasi terhadap jasad H di pemakaman umum Desa Jampang, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Langkah tersebut dilakukan setelah keluarga korban melaporkan adanya kejanggalan terkait kematian H. 

Korban diketahui meninggal pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Baca Juga: Metland Cibitung Bekasi, Tempat Nyore dengan Danau dan Wahana Air

Polisi kemudian mengajukan permohonan ekshumasi kepada Mabes Polri, guna memastikan penyebab kematian korban. 

Proses tersebut dilakukan untuk mendapatkan bukti medis sekaligus memperkuat penyelidikan atas dugaan pembunuhan.

Hasil Visum Sementara Ungkap Kematian Tidak Wajar

Dari proses ekshumasi yang dilakukan, tim forensik mendapatkan hasil visum sementara. 

Pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya dugaan bahwa H meninggal bukan karena sebab yang wajar.

Temuan itu kemudian menjadi dasar bagi polisi untuk melanjutkan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku.

Meski demikian, polisi masih mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan H meninggal dunia. 

Pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan pengumpulan bukti lainnya masih dilakukan untuk mengungkap perkara tersebut secara menyeluruh. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
bogor gunung Sindur makam