RADAR BOGOR – RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang dilibatkan dalam kajian nasional mengenai pelaksanaan jejaring pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA).
Kajian tersebut dilaksanakan melalui kerja sama RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang dengan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada Kamis 3 September 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah pusat untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat pelaksanaan jejaring pelayanan kesehatan ibu dan anak di berbagai tingkatan fasilitas kesehatan.
Penguatan jejaring tersebut dinilai penting dalam mendukung upaya menekan angka kematian ibu dan anak.
Salah satu caranya melalui penerapan standar pelayanan yang terintegrasi, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga fasilitas pelayanan kesehatan lanjutan.
Pelaksanaan jejaring pengampunan KIA ini sangat krusial untuk memastikan standar pelayanan kesehatan ibu dan anak dapat berjalan merata, terintegrasi, dan berkualitas di seluruh wilayah, termasuk di Kabupaten Bogor.
Baca Juga: SMA Kosgoro Bogor Uji Coba Presensi Face Recognition, Tak Lagi Cuma Pakai Fingerprint
Kemenkes Lakukan Observasi dan Pengumpulan Data
Dalam kunjungan tersebut, tim Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI melakukan observasi langsung di lingkungan RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang.
Selain melakukan pengamatan lapangan, tim juga mengumpulkan berbagai data bersama jajaran manajemen serta tenaga medis rumah sakit.
Pengumpulan data dan observasi tersebut menjadi bagian penting dari studi kasus mengenai pelaksanaan jejaring pelayanan kesehatan ibu dan anak di rumah sakit dan puskesmas.
Data yang diperoleh selanjutnya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan jejaring layanan KIA di lapangan.
Temuan tersebut juga menjadi bahan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan kesehatan di tingkat nasional.
Jadi Bahan Penguatan Kebijakan Kesehatan Nasional
Kajian yang dilakukan di RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang diharapkan mampu memberikan gambaran representatif mengenai pelaksanaan jejaring pelayanan KIA.
Hasil studi kasus dan kajian mendalam tersebut nantinya dapat menjadi salah satu referensi dalam merumuskan kebijakan kesehatan nasional, baik dalam aspek pelayanan preventif maupun kuratif.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan layanan kesehatan ibu dan anak antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan fasilitas kesehatan lanjutan.
RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Tegaskan Komitmen Layanan KIA
Manajemen RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang menyambut positif sinergi dan kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI melalui kegiatan kajian tersebut.
Keterlibatan rumah sakit sebagai lokasi studi kasus jejaring pelayanan KIA turut menunjukkan komitmen RSUD R Moh Noh Nur dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Lewat Makan Bersama, SMK Ash Shoheh 2 Citeureup Bogor Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat
Melalui kegiatan tersebut, rumah sakit terus mendorong penerapan pelayanan medis yang aman, bermutu, terintegrasi, serta mengutamakan keselamatan ibu dan anak.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan KIA sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Bogor. (***)
Editor : Yosep Awaludin