Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jalur Perlintasan 27 Teplan Terlalu Curam dan Membahayakan Pengendara, Wali Kota Bogor Sebut Ini PR Bersama PT KAI dan DJKA

Reka Faturachman • Senin, 21 April 2025 | 18:30 WIB
Pengendara harus ekstra hati-hati Ketika melintasi JPL 27 Teplan, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Pengendara harus ekstra hati-hati Ketika melintasi JPL 27 Teplan, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie Rachim akhirnya angkat suara terkait keluhan yang menyebutkan Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 27 Teplan, terlalu curam dan membahayakan pengendara.

Wali Kota Bogor mengatakan, apabila kondisi perlintasan kereta api tersebut dinilai membahayakan maka perlu adanya perbaikan.

Menurutnya, masalah ini merupakan Pekerjaan Rumah (PR) bersama Pemkot Bogor, PT KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

"Akan kami perbaiki. Ada langkah-langkah yang kami persiapkan. Kami sudah koordinasi dengan KAI dan DJKA. Kami juga ingin masalah ini cepat teratasi namun butuh biaya dan anggaran besar," ujarnya kepada Radar Bogor, Senin (21/4/2025).

Ia menyebut pihaknya bersama PT KAI dan DJKA memang memiliki rencana untuk meminimalisir JPL di Kota Bogor.

Rencana ini dilakukan untuk meminimalisir insiden kecelakaan lalu lintas di JPL.

Terdapat dua titik yang menjadi target mereka dalam jangka waktu dekat. Yakni JPL Kebon Pedes dan JPL di MA Salmun.

Kedua Jalur Perlintasan kereta api ini direncanakan akan ditutup dan diganti dengan solusi lain.

"Untuk yang Bondes kami berencana membangun underpass. Sedangkan yang di MA Salmun akan kami bangun Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) untuk pejalan kaki dan pengendara motor seperti yang ada di wilayah Kecamatan Bogor Selatan," ungkap Dedie. (Fat)

Editor : Alpin.
#kota bogor #perlintasan kereta #Dedie A. Rachim