RADAR BOGOR – Berdiri pada 19 April 2018, Duta Rizkia Tour and Travel bukanlah biro perjalanan biasa.
Di balik lahirnya Duta Rizkia Tour and Travel, terdapat kisah pahit yang dialami langsung oleh pendiri sekaligus Direktur Utama, Suherman.
Direktur Duta Rizkia Tour and Travel dahulunya pernah menjadi korban penipuan travel umrah pada tahun 2017.
Pengalaman pahit itu menjadi titik balik bagi Suherman untuk mendirikan biro perjalanan sendiri.
“Saya dan keluarga sudah mendaftar umrah, ada istri, dua anak, ibu mertua juga. Tapi ternyata kami tidak jadi berangkat karena ditipu,” ujar Suherman saat di Podcast Radar Bogor Rabu (23/4/2025).
Sejak 2018 hingga kini, lebih dari seribu jemaah telah diberangkatkan oleh Duta Rizkia.
Mereka juga telah memiliki perizinan resmi dari Kementerian Agama yang keluar pada Februari 2022.
Saat ini Duta Rizkia hadir sedang fokus melakukan digitalisasi penuh layanan.
Dari pendaftaran, informasi jadwal keberangkatan, maskapai, harga, hingga pemilihan paket, semuanya bisa diakses langsung oleh calon jemaah melalui aplikasi.
“Calon jemaah bisa daftar dan memilih paket umrah langsung dari aplikasi kami. Ini kami bangun agar proses lebih cepat, efisien, dan transparan,” ungkapnya.
Untuk mendukung bisnisnya ini mereka juga membuka berbagai cabang di sejumlah wilayah.
Kantor dari berbagai wilayah ini terhubung dan menjalankan proses bisnis lewat platform digital yang telah disiapkan.
Namun, menurut Suherman, transisi dari sistem konvensional ke digital memang masih menjadi tantangan.
Banyak agen dan jemaah masih nyaman dengan metode lama. Karena itu, edukasi dan sosialisasi terus digencarkan.
“Digitalisasi ini bukan tren, tapi keniscayaan. Bahkan kami sudah menghadirkan layanan Meta AI untuk customer service yang bisa menjawab pertanyaan jemaah 24 jam,” tambahnya.
Saat ini, Duta Rizkia masih fokus pada penyelenggaraan ibadah umrah. Untuk layanan haji, mereka memilih tidak memberangkatkan sendiri dan hanya bekerja sama dengan travel yang sudah mengantongi izin resmi.
Dengan latar belakang sebagai korban penipuan, Suherman berkomitmen untuk menjaga integritas perusahaannya. Prinsipnya sederhana: jangan sampai ada jemaah yang merasa dirugikan.
“Saya pernah di posisi mereka. Jadi saya tidak ingin ada orang lain merasakan itu lagi,” tandas Dirut Duta Rizkia Tour and Travel. (uma)
Editor : Alpin.