RADAR BOGOR – Komunitas Muslimah Al Ghozi Muslimah Center kembali menyelenggarakan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban tahunannya.
Kegiatan Kurban Al Ghozi 2025 berlangsung di UPTD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Bogor, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Minggu (8/6/2025).
Ketua Panitia Kurban Al-Ghozi 2025, Milka Malia, mengatakan pemotongan dilakukan di RPH agar sesuai dengan standar operasional prosedur.
Di tempat ini, seluruh proses mulai dari pemisahan kulit, kepala, kaki, isi perut hingga pencincangan daging dilakukan secara higienis dan terstruktur.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin dari subdivisi kurban Al-Ghozi Muslimah Center. Sudah berjalan lima tahun, dimulai sejak 2020 saat masa pandemi COVID-19,” ujar Milka.
Para pekurban berasal dari kalangan pengajar, peserta program Tasin Al-Ghozi, keluarga besar Al-Ghozi, serta masyarakat umum.
Sapi-sapi yang dikurbankan diperoleh langsung dari peternak mitra RPH Kota Bogor.
Tahun ini, Al-Ghozi menyembelih 22 ekor sapi, menghasilkan sekitar 1.100 kantong daging, masing-masing seberat 1,5 kilogram.
Daging tersebut difokuskan untuk didistribusikan kepada para guru Al-Qur’an di Kota/Kabupaten Bogor.
“Kita menerima rekomendasi penerima dari pengajar Tasin Al-Ghozi. Mereka merekomendasikan para pengajar Alquran yang berhak menerima di wilayah Bogor,” jelas Milka.
Para pekurban juga mendapatkan hak daging sekitar 6 kilogram per orang.
Milka berharap jumlah hewan kurban bisa terus meningkat di tahun-tahun mendatang agar manfaatnya semakin luas dan menjangkau lebih banyak guru Al-Qur’an.
Salah satu penerima, Wawat dari TPQ Al-Mujahidin Ciomas, mengaku bersyukur bisa kembali menerima bantuan daging kurban dari Al-Ghozi.
“Alhamdulillah, sangat bermanfaat bagi kami para pengajar Al-Qur’an. Kami datang dari Ciomas. Setiap tahun kami mendapat daging dari Al-Ghozi. Alhamdulillah,” ucapnya.
Tahun ini, sembilan guru dari TPQ Al-Mujahidin menerima daging kurban. Rencananya, daging tersebut akan diolah menjadi berbagai masakan.
“Dagingnya bagus, kualitasnya baik dan layak dimasak. Rencananya akan dibuat semur, rendang, kadang disop karena ada bagian bertulang juga,” tambahnya. (uma)
Editor : Alpin.