RADAR BOGOR – Cuaca di Kota Bogor, masih belum stabil meski telah memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Dalam sepekan ke depan, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi mengguyur wilayah ini, terutama pada sore hingga malam hari.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Leni Jantika, menyebut kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer.
Di antaranya melemahnya Monsun Australia yang membuat atmosfer tetap lembap, serta labilitas lokal yang tinggi di wilayah Bogor yang mendorong pembentukan awan-awan hujan.
“Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer juga terpantau cukup aktif di wilayah Jawa bagian barat. Ini turut memperkuat potensi gangguan cuaca di Bogor,” ujar Leni kepada Radar Bogor, Selasa 8 Juli 2025.
BMKG memperkirakan, cuaca seperti ini masih akan berlangsung hingga akhir Juli 2025.
Kendati wilayah Jawa Barat secara umum mulai memasuki musim kemarau, Kota Bogor sebagai daerah bertipe satu musim tetap berpotensi mengalami hujan lokal.
Polanya biasanya ditandai dengan suhu panas pada pagi hingga siang hari, kemudian diikuti hujan pada sore hingga malam.
Melihat situasi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang terjadi tiba-tiba.
Masyarakat juga diminta menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta memantau informasi cuaca resmi dari BMKG maupun pemerintah setempat.
“Cuaca yang tidak menentu ini bisa memicu bencana hidrometeorologi. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi hal penting untuk mengurangi risiko,” pungkas Leni. (uma)
Editor : Alpin.