RADAR BOGOR — Sebagai salah satu program unggulan, Festival Merah Putih (FMP) 2025 kembali menyelenggarakan lomba peragaan busana Nusantara.
lomba peragaan busana Nusantara ini akan diselenggarakan Sabtu 16 Agustus 2025 di Mall Botani Square, Kota Bogor, dan terbuka untuk masyarakat umum.
Ketua Umum FMP 2025, Benyamin Mbo’oh mengungkapkan, lomba ini bukan sekadar ajang fashion, namun ruang ekspresi budaya sekaligus penghormatan terhadap semangat para pahlawan bangsa.
“Mengenakan busana Nusantara hari ini adalah pernyataan keberanian. Ini tentang kebanggaan atas identitas kita, yang tetap menyala meski diterpa arus modernisasi,” ujarnya.
Mengusung tema “Semangat Pahlawan, Abadi Sepanjang Zaman”, lomba ini terbuka dalam tiga kategori: Junior (usia 5–12 tahun), Senior (usia 13–25 tahun), dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Pendaftaran dibuka mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2025.
Koordinator acara, Lya Dilliyana, menekankan bahwa inklusivitas menjadi semangat utama FMP.
“Dengan menghadirkan kategori ABK, kami ingin memastikan bahwa semua anak bangsa punya ruang untuk tampil dan dihargai,” ujarnya.
Tahun ini, panitia juga menghadirkan konsep baru dalam pelaksanaan lomba.
Menurut penanggung jawab teknis acara, Decky Ramadhan, peragaan busana akan digelar di koridor Lantai 1 dan 2 Mall Botani Square, menyatu dengan arus pengunjung.
“Kami ingin pengunjung merasakan langsung pengalaman visual yang spektakuler. Format ini akan menjadikan mall sebagai panggung budaya yang hidup,” jelas Decky.
FMP tidak hanya menjadi momen perayaan kemerdekaan, tetapi juga panggung kolektif untuk merawat warisan budaya, menumbuhkan kebanggaan nasional, dan mempererat semangat kebangsaan lintas generasi.
Sebagai catatan, Lomba Peragaan Busana Nusantara tahun lalu sukses diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai kategori, termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas.
Antusiasme tersebut menjadi pijakan untuk menghadirkan FMP 2025 yang lebih meriah dan inklusif.
FMP mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat lomba ini sebagai pertunjukan busana, tetapi juga sebagai perayaan kebhinekaan dan semangat perjuangan dalam balutan budaya Nusantara. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim