Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

RSUD Kota Bogor Disebut Punya Utang Ratusan Miliar Rupiah, Dirut : Akan Diselesaikan Tahun Ini

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 23 Juli 2025 | 10:11 WIB
Suasana pintu masuk RSUD Kota Bogor di kawasan Jalan Dr. Sumeru, Menteng, Bogor Barat.
Suasana pintu masuk RSUD Kota Bogor di kawasan Jalan Dr. Sumeru, Menteng, Bogor Barat.

RADAR BOGOR – RSUD Kota Bogor tengah menjadi sorotan publik usai munculnya informasi mengenai utang yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

Utang RSUD Kota Bogor itu mencakup berbagai kewajiban kepada pihak ketiga, mulai dari pembelian obat-obatan, alat kesehatan, hingga pengadaan pakaian dinas.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, membenarkan adanya utang tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kondisinya masih dalam batas wajar dan dapat dikendalikan.

“Setiap pelayanan RSUD pasti ada utang, dan akan diselesaikan pada tahun berjalan. Saat ini kondisi utang dalam kondisi terkendali,” ujar dr. Ilham kepada Radar Bogor, Selasa malam 22 Juli 2025.

Ia juga optimistis seluruh kewajiban rumah sakit dapat diselesaikan dalam waktu dekat. “Mudah-mudahan bisa selesai pada tahun ini,” tambahnya.

Meski demikian, pihak RSUD Kota Bogor enggan memberikan penjelasan rinci mengenai nilai pasti utang serta strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas keuangan rumah sakit plat merah tersebut.

Informasi yang beredar menunjukkan bahwa utang RSUD Kota Bogor diperkirakan mencapai Rp104 miliar pada Juni 2025, dengan nilai harta lancar hanya sekitar Rp80 miliar.

RSUD juga mencatat utang sebesar Rp93 miliar pada tahun sebelumnya, dengan utang terbesar hampir Rp47 miliar dari pengadaan obat.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bogor Dedie Rachim menjelaskan salah satu kendala utama yang dihadapi RSUD Kota Bogor adalah keterlambatan pembayaran dari BPJS Kesehatan.

“BPJS memang belum dibayar, dan saya telah memerintahkan direksi RSUD untuk segera mengambil langkah-langkah administrasi agar pembayaran tersebut dapat diselesaikan,” kata Dedie.

Menurutnya, kondisi keuangan RSUD tidak akan mengalami kerugian jika pembayaran dari BPJS dilakukan tepat waktu.

“Jadi, apabila dikatakan RSUD merugi, saya rasa hal itu tidak sepenuhnya tepat jika BPJS dibayar tepat waktu,” tandasnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#RSUD Kota Bogor #ratusan miliar rupiah #utang