RADAR BOGOR - Masa jabatan Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor periode 2020–2025 segera berakhir.
Menyikapi hal itu, Dewan Pengawas (Dewas) memastikan tengah menyiapkan tahapan administrasi untuk proses seleksi direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor baru, yang akan memimpin badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut.
Dewan Pengawas Perumda Tirta Pakuan, Hanafi, mengatakan pihaknya sudah menyampaikan hasil evaluasi kinerja direksi kepada Wali Kota Bogor Dedie Rachim.
Selanjutnya, Dewas akan memproses pembentukan panitia seleksi (pansel) sebelum membuka tahapan seleksi direksi secara resmi.
“Pak Wali baru menerima penyampaian hasil kinerja PDAM. Kami akan mempersiapkan administrasi kelengkapan seleksi,” katanya.
Menurutnya, persiapan administrasi merupakan langkah awal sebelum pansel dibentuk. Setelah itu, barulah proses seleksi direksi dibuka secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya sebagai staf mempersiapkan administrasinya, itu saja,” katanya.
Sebelumnya, jajaran direksi Perumda Tirta Pakuan telah menyerahkan laporan evaluasi kinerja lima tahun kepada Wali Kota Bogor Dedie Rachim.
Penyerahan laporan tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinan periode 2020–2025 sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk menentukan arah kebijakan ke depan.
Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim menyampaikan apresiasi atas capaian dan kinerja jajaran direksi yang dinilai berhasil meningkatkan cakupan layanan, inovasi digital, dan efisiensi operasional perusahaan.
Ia berharap semangat dan komitmen yang telah dibangun dapat terus dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya.
“Capaian ini merupakan bukti nyata dari kepemimpinan yang solid dan visi jangka panjang yang terarah. Saya berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut untuk memperkuat peran Tirta Pakuan sebagai BUMD yang unggul dan berkelanjutan,” kata Dedie.
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan, menambahkan laporan yang diserahkan memuat capaian Key Performance Indicator (KPI), tantangan yang dihadapi, serta rencana bisnis ke depan.
Ia menyebut beberapa program masih perlu dilanjutkan, terutama pengolahan air limbah sebagai bagian dari program pemerintah pusat.
“Masa jabatan kami berakhir tahun ini. Karena itu, laporan ini juga menjadi gambaran bagi direksi berikutnya agar bisa melanjutkan program yang belum tuntas,” ujar Rino.
Masa jabatan Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor akan berakhir pada Desember 2025. Jabatan yang akan diisi mencakup posisi Direktur Utama, Direktur Umum, dan Direktur Teknik. (uma)