Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rektor Unpak Bogor Tegaskan Tak Ada Indikasi Bullying di Kasus Mahasiswi FEB Jatuh dari Lantai Tiga

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 13 November 2025 | 14:24 WIB
Rektor Unpak, Prof. Didik Notosudjono (kemeja putih) dan dekan FEB serta warek saat konferensi pers.
Rektor Unpak, Prof. Didik Notosudjono (kemeja putih) dan dekan FEB serta warek saat konferensi pers.

RADAR BOGOR – Universitas Pakuan (Unpak) Bogor menegaskan tidak ditemukan indikasi perundungan atau bullying dalam insiden jatuhnya seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dari lantai 3 Gedung Manajemen pada Rabu, 12 November 2025 siang.

Rektor Unpak, Prof. Didik Notosudjono, menjelaskan berdasarkan rekaman CCTV, mahasiswi bernama Ira Siti Nurazizah, mahasiswa semester 3 Program Studi Manajemen, terlihat duduk di pagar pembatas balkon sebelum akhirnya terjatuh.

“Kalau dari CCTV terlihat dia duduk di pembatas balkon, lalu terjatuh. Tidak ada orang lain di lokasi saat itu,” ujar Didik dalam keterangan kepada wartawan, Kamis 13 November 2025.

Pihak kampus langsung mengevakuasi korban menggunakan ambulans kampus dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Penanganan dilakukan cepat oleh tim keamanan.

"Kami juga segera menghubungi orang tua dan mendampingi korban hingga malam hari,” katanya.

Didik menyampaikan, kondisi mahasiswi kini sudah sadar dan tengah menjalani perawatan intensif.

“Alhamdulillah pagi ini kondisinya sudah mulai sadar. Kami terus berdoa semoga segera pulih,” ujarnya.

Ia juga menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan pihak kampus menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

“Kami tidak bisa berspekulasi apakah korban jatuh atau menjatuhkan diri. Itu ranah penyelidikan polisi,” tegasnya.

Pihak universitas juga menegaskan tidak ada dugaan perundungan di lingkungan kampus. Selama ini tidak ditemukan adanya indikasi bullying.

"Mahasiswi tersebut aktif kuliah dan berinteraksi baik dengan teman-temannya,” ucap Didik.

Ia menambahkan, seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung kampus, termasuk pendampingan psikologis dan administrasi rumah sakit.

Unpak juga berkomitmen mengevaluasi sistem keamanan kampus, termasuk fasilitas di area balkon dan tangga.

“Fasilitas pagar pembatas sebenarnya cukup tinggi, sekitar 1,2 meter. Namun kami akan tetap melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan keselamatan seluruh civitas akademika,” tutur Didik.

Unpak mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap menghormati privasi korban serta keluarganya.

“Fokus kami adalah memastikan pemulihan korban dan menjaga ketenangan semua pihak,” pungkas Didik. (uma)

Editor : Alpin.
#mahasiswa jatuh #bullying #UNPAK Bogor