RADAR BOGOR - Pucuk pimpinan RSUD Kota Bogor resmi mengundurkan diri. Proses pemberkasannya sudah rampung diselesaikan.
Informasi itu dibenarkan Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi. Surat pengunduran diri pimpinan RSUD Kota Bogor sudah diterbitkan oleh Badan Kepegawain Negara (BKN).
“Siap sudah ACC (Surat Pengunduruan diri dari BKN),” kata Denny soal pengunduran diri pimpinan RSUD Kota Bogor pada Radar Bogor, Selasa 18 November 2025 pagi.
Denny enggan berkomentar banyak terkait alasan dr Ilham mengundurkan diri dari jabatan Direktur RSUD Kota Bogor. Yang bersangkutan disebutnya ingin fokus pada keluarganya.
Meski begitu, Pemkot Bogor menghargai keputusan tersebut. Denny menerangkan itu merupakan hak dr Ilham sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Tongkat komanda pimpinan RSUD Kota Bogor pun telah berganti. Posisi tersebut saat ini dijabat oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno.
“Betul (dr Retno) cuma itu masih sementara, karena jabatannya Pelaksana Tugas atau PLT,” beber Denny saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Masa jabatan PLT tersebut telah terhitung sejak Jumat 14 November 2025 lalu. dr Retno akan terus menjabat sebagai Dirut RSUD Kota Bogor hingga tahapan definitif rampung. “Tahapannya saat ini masih berproses. Sembari promosi eselon II,” terang Denny.
Diinformasikan sebelumnya, penunjukan Direktur RSUD merupakan keweangannya Wali Kota Bogor. Denny pun enggan berkomentar banyak terkait sosok penggantinya.
“Siapa saja bisa, itukan kewenangannya pa Wali jadi tunggu saja dan doakan yang terbaik untuk RSUD Kota Bogor,” beber Denny saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil mengatakan pihaknya memberikan kepercayaan penuh kepada Wali Kota soal sosok pengganti Dirut RSUD.
Adit meyakini Wali Kota Bogor pasti mencermati dinamika yang saat ini tengah terjadi di tubuh RSUD. Sehingga sosok penggantinya dipastikan orang yang layak.
“Saya belum dapat laporan langsung. Tentu pergantian Dirut RSUD hak preogratif wali kota. Saya fikir tinggal diambil kepitusan aja. Karena memang kondisi RSUD saat ini sedang devisit,” jelasnya.
Politikus PKS itu pun membuka ruang jika pemerintah hendak berdiskusi terkait penyelesaian yang ada di RSUD Kota Bogor. Dari sisi anggaran pun DPRD disebutnya siap mensupport.
“Kita masih punya slot anggaran yang cukup untuk mensupport layanan di RSUD. Nanti ini menggelinding lah pembahasannya,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin