RADAR BOGOR — Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, menjadi salah satu wilayah dengan potensi ekonomi warga yang terus tumbuh.
Beragam UMKM berkembang di hampir seluruh RW, mulai dari produksi sandal, sepatu, keripik, hingga kawasan pertanian dan wisata edukasi.
Melihat besarnya potensi tersebut, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Mulyaharja mendorong adanya model promosi terpadu. Hal ini agar UMKM lokal bisa semakin maju dan dikenal luas.
Ketua KIM Mulyaharja, Muhamad Ilham Aulia, mengatakan selama ini informasi terkait UMKM masih berjalan masing-masing oleh para pelaku usaha dibantu oleh pihaknya.
Namun KIM ingin menghadirkan sistem promosi yang lebih terintegrasi sehingga seluruh produk dapat dipasarkan dari satu pintu informasi.
“UMKM di Mulyaharja banyak dan lengkap. Ada sandal, sepatu, keripik, yoghurt, sampai wisata AEWO. Saya ingin semuanya disatukan di satu tempat, satu wadah. Jadi ada pusat oleh-oleh Mulyaharja sekaligus promosi online yang terpusat,” ujar Ilham.
Menurut Ilham, sejumlah UMKM di wilayahnya bahkan telah mendapat perhatian dari pemerintah. Salah satunya produksi sandal rumahan (homestay) di RW 6 yang telah dikunjungi dinas provinsi.
Selain itu, salah satu produk sepatu di RW 10, yakni Cooxers juga sudah dikenal luas di Kota Bogor.
Di luar produk olahan, Mulyaharja memiliki potensi wisata dan pertanian, seperti kawasan AEWO (Agro Edu Wisata Organik) yang menawarkan edukasi peternakan dan pertanian, serta Saung Eling yang menyajikan kuliner khas.
Hampir setiap RW memiliki potensi berbeda, mulai dari kebun singkong, sawah heli, hingga kerajinan pangan rumahan.
Ilham menjelaskan, rencana pengembangan UMKM ini membutuhkan kolaborasi dengan pengurus UMKM di kelurahan.
Ia ingin seluruh UMKM ditempatkan di satu lokasi, misalnya di kawasan kios RW 12 yang cukup strategis.
Tempat tersebut disiapkan sebagai pusat pameran produk lokal sekaligus ruang pemasaran digital.
“Kalau disatukan, tamu dari luar daerah juga bisa langsung datang ke satu tempat untuk melihat atau membeli oleh-oleh khas Mulyaharja. Sekaligus memudahkan KIM mempromosikan produk warga secara kolektif,” jelasnya.
Selama ini, KIM Mulyaharja aktif menyampaikan berbagai informasi kegiatan masyarakat, termasuk program patroli Jaga Kampung yang membuat kondisi keamanan di wilayah tersebut semakin kondusif.
KIM berharap model promosi UMKM terpadu nantinya dapat memperkuat ekonomi warga sekaligus memperkenalkan identitas Mulyaharja sebagai kawasan produksi dan wisata.
Ilham menegaskan KIM tetap membuka ruang bagi pelaku UMKM yang ingin bergabung dan mempromosikan produknya melalui kanal informasi komunitas.
“Yang penting informasinya masuk dulu. KIM siap bantu promosikan kalau sudah ada kesepakatan bersama. Tujuannya untuk warga, untuk Mulyaharja,” pungkasnya. (uma)
Editor : Alpin.