RADAR BOGOR - Perumda Trans Pakuan resmi menghentikan operasional layanan feeder LRT Harjamukti.
Penumpang Trans Pakuan yang sebelumnya menggunakan feeder tersebut kini diarahkan memakai Transjabodetabek koridor P11 Botani-Blok M.
Direktur Utama Perumda Trans Pakuan, Rachma Nissa Fadliya, membenarkan penghentian operasional feeder LRT tersebut.
Menurutnya, layanan feeder dari Cidangiang maupun Bubulak menuju Stasiun LRT Harjamukti sudah tidak lagi beroperasi sejak menjelang akhir tahun 2025.
“Benar, operasional Trans Pakuan feeder LRT ke Harjamukti baik dari Cidangiang maupun dari Bubulak sudah kami hentikan. Sekitar akhir tahun 2025,” ujar Rachma saat dikonfirmasi, Kamis 28 Januari 2026.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut sebagai dukungan terhadap transportasi baru yaitu Transjabodetabek P11 yang memiliki rute relatif sama menuju kawasan LRT Harjamukti. Selain itu, sebagian penumpang feeder Trans Pakuan juga tercatat telah beralih menggunakan layanan tersebut.
“Kami melihat ada layanan yang lebih optimal dan rutenya kurang lebih sama, yakni Transjabodetabek P11. Beberapa penumpang juga sudah berpindah, sehingga kami memaksimalkan layanan yang sudah ada,” jelasnya.
Berdasarkan pengumuman resmi Trans Pakuan, rute feeder LRT dengan kode F01 yang terdampak penutupan adalah lintasan Cidangiang–Stasiun LRT Harjamukti.
Sebagai alternatif, masyarakat diarahkan menggunakan kombinasi layanan Transjabodetabek P11 dan Trans Pakuan K7.
Untuk menuju LRT Harjamukti, penumpang dari Botani Square dapat menggunakan Transjabodetabek P11 menuju Cibubur Junction, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 600 meter ke Stasiun LRT Harjamukti.
Sementara untuk perjalanan ke arah Bogor, penumpang dari Stasiun Harjamukti dapat berjalan kaki sekitar satu kilometer menuju Buperta Cibubur untuk kemudian naik P11 ke Botani Square.
Selain itu, koneksi Bogor–Sentul juga tetap dapat diakses melalui kombinasi P11 dan K7. Baik pada hari biasa maupun akhir pekan, termasuk rute menuju kawasan Sentul City dan Bellanova Mall.
Lebih lanjut, Rachma menyampaikan ke depan Trans Pakuan akan mengalihkan fokus pengembangan layanan pada kajian pembukaan koridor baru. Saat ini, manajemen tengah mengevaluasi peluang pengoperasian Koridor 3 dan Koridor 4 Biskita.
“Untuk tahun ini, kami fokus melihat peluang di Koridor 3 dan 4. Skemanya masih kami kaji, apakah bisa komersial atau tetap membutuhkan subsidi,” ungkapnya.
Adapun rencana koridor yang tengah dibahas meliputi Koridor 3 dengan rute Bubulak–Sukasari, serta Koridor 4 yang direncanakan melayani lintasan Ciparigi–Ciawi.
Pemerintah daerah dan manajemen Trans Pakuan masih melakukan studi lanjutan sebelum keputusan operasional diambil. (uma)
Editor : Yosep Awaludin