RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui keluarga korban longsor di Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Jumat, 31 Januari 2026.
Salah seorang warga bernama Aminah (54) tahun meninggal dunia dalam peristiwa longsor tembok penahan tanah atau TPT di Kampung Jerokuta Kaum, Keluraham Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Kamis, 29 Januari 2026.
Kakak Aminah menceritakan peristiwa yang dialami adiknya bermula setelah sholat magrib dan membaca Surat Yasin atau Yasinan.
Tak lama kemudian, Aminah keluar rumah dan tiba-tiba terdengar gemuruh yang ternyata TPT yang ada di dekat rumahnya longsor.
Kakak korban sempat mengaku tidak tahu keberadaan Aminah dan setelah dicari ternyata tertimpa tembok penahan tanah yang longsor hingga nyawanya tak bisa diselamatkan.
"Sekarang rencana ibu terhadap rumah atuh?" tanya gubernur Jawa Barat dalam pertemuannya dengan keluarga korban sebagamana dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
"Pengen ngebangun," jawab kakak Aminah.
"Siapa yang harus ngebangun?" tanya gubernur Jawa Barat lagi.
"Pemerintah," ucap warga Bondongan, Kecamatan Selatan, Kota Bogor itu.
Namun, Dedi Mulyadi menegaskah seharusnya yang membangun pemilik TPT.
"Kalau menurut saya yang harus memperbaiki yang punya TPT," tegasnya.
Pada momen tersebut Dedi Mulyadi kemydian menyalurkan bantuan untuk keluarga korban longsor di Bondongan yang bisa digunakan untuk renovasi rumah yang mengalami kerusakan di bagian kamar mandi dan bagian depan.
"Ini dari saya buat bangunan rumah, tahap pertama Rp25 juta total semuanya Rp40 juta, nanti ditransfer lagi Rp15 juta," kata Dedi Mulyadi menyerahkan uang kepada keluarga korban disaksikan Camat Bogor Selatan Herry Cahyadi serta warga sekitar.
Sang kakak korban menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan uang yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Ia juga sempat menceritakan sosok sang adik yang selama ini belum pernah menikah atau masih lajang yang tinggal bersamanya sejak kecil.
Editor : Eka Rahmawati