Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Serang Sistem Kekebalan Tubuh, HIV Masih Jadi Ancaman Kesehatan di Kota Bogor

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 15 Maret 2026 | 10:15 WIB

Ilustrasi penanganan HIV
Ilustrasi penanganan HIV

RADAR BOGOR - Human Immunodeficiency Virus atau HIV masih menjadi ancaman serius terhadap kesehatan warga Kota Bogor. Virus ini mampu menyerang sistem kekebalan tubuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Erna Nuraena, menjelaskan HIV bekerja dengan melemahkan sistem imun secara perlahan hingga tubuh kehilangan kemampuan mempertahankan diri dari penyakit.

“HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Jika tidak terdeteksi dan tidak diobati, tubuh akan semakin lemah dan mudah terserang berbagai infeksi maupun penyakit lainnya,” ujar Erna.

Di Kota Bogor, kasus HIV masih terus ditemukan setiap tahunnya. Sepanjang 2025, tercatat 399 kasus baru HIV, dengan 137 kasus di antaranya sudah berada pada stadium AIDS.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian penderita baru mengetahui statusnya ketika penyakit sudah berkembang lebih jauh. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting agar pengobatan bisa segera dilakukan.

Secara global, HIV masih menjadi masalah kesehatan dunia. Pada akhir 2024 diperkirakan sekitar 40,8 juta orang hidup dengan HIV, dengan 1,2 juta infeksi baru setiap tahunnya.

Pemerintah dan berbagai lembaga kesehatan dunia menargetkan pengendalian HIV melalui strategi Fast Track 95-95-95.

Yaitu memastikan 95 persen orang dengan HIV mengetahui statusnya, 95 persen mendapatkan pengobatan antiretroviral (ARV), dan 95 persen mencapai supresi viral load atau jumlah virus yang sangat rendah dalam tubuh.

Di Kota Bogor sendiri, hingga 2025 terdapat 3.857 orang dengan HIV (ODHIV) yang telah ditemukan dan masih hidup.

Dari jumlah tersebut, 2.436 orang atau sekitar 85 persen telah menjalani pengobatan ARV, sementara 1.914 orang telah mencapai supresi viral load.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi dalam penanggulangan HIV. Salah satunya adalah rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV serta masih adanya stigma terhadap ODHIV.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga mencatat adanya peningkatan kasus pada kelompok usia remaja sehingga edukasi kesehatan reproduksi menjadi semakin penting.

Untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan HIV, Pemerintah Kota Bogor menyediakan jaringan layanan kesehatan yang cukup luas.

Saat ini terdapat 59 layanan tes dan konseling HIV/IMS yang tersebar di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, rumah sakit, dan klinik swasta.

“Semakin cepat seseorang mengetahui status HIV, semakin cepat pula pengobatan dapat dilakukan sehingga virus bisa dikendalikan dan kualitas hidup tetap baik,” kata Erna.

Dinas Kesehatan Kota Bogor juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV serta menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap penderita.

Dengan deteksi dini, pengobatan rutin, serta dukungan masyarakat, HIV dapat dikendalikan sehingga penderitanya tetap dapat hidup sehat dan produktif. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #hiv #dinas kesehatan