Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan Membludak, Itikaf di Masjid Ibn Khaldun Bogor Capai Ratusan Jemaah

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 17 Maret 2026 | 21:44 WIB

Masjid Ibn Khaldun Bogor menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk beritikaf selama Ramadhan.
Masjid Ibn Khaldun Bogor menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk beritikaf selama Ramadhan.

RADAR BOGOR – Aktivitas di Masjid Ibn Khaldun Bogor terus menggeliat selama Ramadan 2026. Masjid yang berada di lingkungan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor itu bahkan dikunjungi ribuan jamaah itikaf di 10 malam terakhir Ramadhan.

Sekretaris Umum DKM Masjid Ibn Khaldun UIKA, Hambari, mengatakan pengelolaan masjid difokuskan pada peningkatan kualitas kegiatan keagamaan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat sekitar. Ia menyebut, masjid juga diarahkan menjadi ruang pembinaan umat yang lebih luas dan berkelanjutan.

Berbagai kegiatan keislaman seperti pelatihan guru Al-Qur’an, kajian, hingga kegiatan dakwah skala regional kerap digelar dan melibatkan masyarakat luas. Hal ini membuat masjid tidak hanya digunakan untuk ibadah rutin, tetapi juga sebagai pusat aktivitas keislaman.

“Masjid bukan hanya tempat salat, tapi juga pusat pembinaan umat. Karena itu, kami dorong berbagai kegiatan yang bersifat edukatif dan berkelanjutan,” ujar Hambari.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dakwah UIKA itu menjelaskan, masjid yang sebelumnya dikenal sebagai Al Hijri 2 di bawah pengelolaan Yayasan Ibn Khaldun kini telah berganti nama menjadi Masjid Ibn Khaldun. Perubahan tersebut seiring dengan penguatan fungsi masjid sebagai pusat aktivitas keislaman di lingkungan kampus.

Masjid ini memiliki konsep bangunan bertingkat dengan lima lantai yang melambangkan Rukun Islam. Selain itu, terdapat 23 pintu yang merepresentasikan proses turunnya wahyu.

“Konsepnya masjid kampus sekaligus pusat peradaban Islam modern. Di sini terintegrasi antara aktivitas akademik, rektorat, hingga ibadah,” jelasnya.

Dari segi tampilan, masjid bernuansa putih tersebut tampak megah dengan bangunan tinggi dan kubah emas yang menjulang. Keberadaannya kini menjadi salah satu ikon di kawasan kampus UIKA Bogor.

Sepanjang 2026, DKM rutin menggelar kajian keislaman, pembinaan mahasiswa, hingga kegiatan sosial. Program tersebut dirancang untuk memperkuat interaksi antara civitas akademika dan masyarakat sekitar.

Memasuki Ramadhan, aktivitas masjid meningkat signifikan dengan berbagai kegiatan yang digelar setiap hari. Mulai dari buka puasa bersama, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat untuk anak-anak, hingga bazar Ramadan.

Selain itu, setiap salat Isya atau menjelang tarawih juga diisi kultum Ramadhan oleh para penceramah. Materi yang disampaikan beragam, mulai dari fiqih ibadah hingga penguatan nilai keislaman.

Pada 10 malam terakhir Ramadan, aktivitas di masjid semakin padat dan menjadi puncak kegiatan. Ratusan jemaah memadati masjid untuk melaksanakan iktikaf setiap harinya.

DKM juga menyediakan konsumsi sahur bagi jemaah yang mengikuti iktikaf. Meski demikian, jemaah tetap diperbolehkan membawa makanan sendiri sesuai kebutuhan.

“Yang tercatat sempat 700 jemaah, setiap harinya ada ratusan yang datang untuk iktikaf, ini termasuk yang paling ramai di Kota Bogor,” ungkapnya.

Masjid ini memiliki perjalanan pembangunan yang cukup panjang, bangunan awal dibangun pada 1938 sebagai Masjid Al Hijri II yang menjadi bagian dari pengembangan fasilitas kampus.

Kemudian pada 2010 bangunan masjid diperbesar sampai akhirnya 2023 berganti nama menjadi Masjid Ibn Khaldun. Hingga saat ini masjid masih terus dibangun dan dilakukan penyelesaian.

Konsep integrasi antara masjid dan aktivitas kampus juga diwujudkan dengan penempatan fungsi rektorat dalam satu kawasan bangunan. Beberapa lantai atas difungsikan sebagai rektorat sedangkan tempat ibadah digunakan di dua lantai bawah masjid.

Dengan kapasitas lebih dari 2.000 jemaah, masjid ini mampu menampung berbagai kegiatan skala besar, baik internal kampus maupun umum. Ke depan, pengelola menargetkan masjid ini terus berkembang sebagai pusat peradaban Islam di Kota Bogor.

“Harapannya, masjid ini tidak hanya dimanfaatkan internal kampus, tapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tandasnya. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#Masjid Ibn Khaldun Bogor #ramadhan #itikaf