RADAR BOGOR - Warga Yasmin, RT 02/RW 09, Kelurahan Cilendek Timur, Kota Bogor punya cara istimewa memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Mereka menggelar upacara bendera di Tengah Danau Raflesia, Perumahan Taman Yasmin pada Sabtu 17 Agustus 2025.
Sejak pagi, warga Yasmin dari berbagai kalangan sudah berdatangan membawa semangat merah putih. Mereka berbaris rapi di pinggir danau dengan latar suasana alam yang sejuk.
Menariknya, prosesi pengibaran bendera dilakukan di tengah danau. Petugas diantarkan mengenakan perahu karet. Sang Saka Merah Putih pun berkibar gagah disaksikan peserta upacara.
Keharuan terasa ketika lagu-lagu perjuangan dilantunkan bersama-sama. Suara warga berpadu dengan riak air dan angin yang menambah khidmat suasana. Apalagi, para pelajar juga dilibatkan untuk mensukseskan acara ini.
Ketua RT02/RW 09, Ali Mundakir menjelaskan pengibaran bendera di tengah danau ini baru pertama kali dilakukan.
Ide ini tercetus dari masukan para warganya. Tujuannya tidak lain untuk memumpuk semangat persatuan.
“Ditambah kita juga memiliki lingkungan danau. Jadi kenapa tidak kita manfaatkan sebagai hal untuk bisa menyatukan semua warga. Karena konsepnya unik jadi warga juga antusias semangat bergotong royong,” jelas Ali.
Disamping itu, Ali menjelaskan ada makna perjuangan yang ingin dia sampaikan. Pesan ini tertuang pada saat petugas mengibarkan bendera merah putih dengan perahu karet. Bagi Ali ini menjadi gambaran begitu besarnya perjuangan para pahlawan terdahulu.
“Kita sekarang kebanyakan menganggap pengibaran bendera satu yang biasa. Tapi ketahuilah unruk bisa mengibarkan bendera merah putih itu perlu pengorbanan jiwa dan raga,” kata Ali pada Radae Bogor.
Ali mengaku bangga atas kesuksesan rangkaian acara yang dipimpinnya. Dia berharap semagat persatuan dan kesatuan tidaka hanya tercermin pada saat hari kemerdekaan saja. Namun ini juga perlu dilakukan sepanjang hari.
Sementara itu Ketua RW 09 Yasmin, Kelurahan Cilendek Timur, Prayitno menuturkan apresiasi atas inisiatif warganya.
Dia berpesan upacara di tengah danau tidak dijadikan hanya sebagai seremonial belaka. Namun menjadi gerbang awal untuk mencintai lingkungan.
“Ini inisiatif yang sangat bagus sekali. Saya sangat mengapresiasinya. Namun saya perlu sampaikan. Danau ini fasilitas lingkungan. Sebagai manusia yang diberi akal. Sudah sepatutnya kita menjaga kebersihannnya,” pungkasnya. (rp1)