RADAR BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui Job Fair Kota Bogor 2025 yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Kegiatan ini akan berlangsung pada 15–17 Oktober 2025 di Lantai II Plaza Jambu Dua, Kota Bogor.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Sekdisnaker) Kota Bogor, Sahib Khan, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret Pemkot Bogor dalam menekan angka pengangguran terbuka yang saat ini mencapai 8,13 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Job fair ini merupakan upaya intervensi pemerintah untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja agar bisa berinteraksi langsung melalui proses seleksi dan wawancara di tempat,” ujarnya, Senin 13 Oktober 2025.
Menurut Sahib, kegiatan ini dilaksanakan dengan mengedepankan asas penempatan tenaga kerja yang terbuka, bebas, objektif, adil, dan setara.
Selain pameran lowongan kerja, selama tiga hari penyelenggaraan juga akan digelar seminar dan talkshow seputar dunia kerja dan peningkatan kompetensi calon tenaga kerja.
Sahib menambahkan, walk in interview akan dilaksanakan pada Jumat, 17 Oktober 2025, sebagai puncak kegiatan.
Melalui kegiatan ini, pihaknya menargetkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 600 orang, seiring dengan partisipasi lebih dari 30 perusahaan nasional dan lokal.
“Pada pelaksanaan job fair sebelumnya di Mall BTM bulan Agustus lalu, ada 30 perusahaan yang membuka lebih dari 2.000 lowongan dengan 108 jabatan. Dari target 200 orang, ternyata yang terserap mencapai 503 pekerja. Kami optimistis hasilnya kali ini bisa lebih baik,” jelasnya.
Job fair ini terbuka gratis untuk masyarakat dan tidak dipungut biaya dalam bentuk apapun.
Pencari kerja yang berminat diimbau melakukan registrasi terlebih dahulu melalui tautan (https://bit.ly/Jobfair_Disnaker_KotaBogor2025) guna menghindari antrean panjang di lokasi.
Sistem pendaftaran dan lamaran kerja menggunakan scan barcode, sehingga peserta tidak perlu membawa berkas lamaran dalam bentuk hardcopy.
Calon pelamar cukup berpakaian bebas dan sopan, tidak wajib hitam putih, namun tetap wajib memakai sepatu dan membawa alat tulis.
“Dengan sistem digital ini, kami ingin memastikan proses rekrutmen berjalan cepat, transparan, dan efisien. Kami juga mendorong agar lebih banyak tenaga kerja asal Kota Bogor yang terserap di perusahaan peserta,” pungkas Sahib. (uma)
Editor : Alpin.